PALANGKA RAYA, KALTENGPOS.CO-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng telah menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) tingkat provinsi, berikut dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) se-Kalteng untuk pelaksanaan pilkada serentak pada 9 Desember mendatang. Dari total 1.683.732 jiwa yang masuk DPS, membutuhkan sebanyak 6.041 TPS.

 “Data ini (6.041)) berkurang dari rencana awal yang telah ditetapkan yakni 6.051 TPS,” kata Ketua KPU Kalteng Harmain Ibrohim kepada Kalteng Pos, kemarin (20/9). 

Diungkapkannya, data ini berubah berdasarkan hasil pencocokan dan penelitian (coklit) oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) di lapangan. Karena menyesuaikan jumlah pemilih di tiap wilayah, maka ada pengurangan sepuluh TPS.

“Setelah dilakukan coklit, berkurang sebanyak sepuluh TPS menjadi 6.041. Itu karena menyesuaikan jumlah pemilih di lapangan,” ucapnya.

Hasil coklit untuk penetapan DPS juga mengalami penurunan dari jumlah pemilih menurut data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang diserahkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebanyak 1,8 juta jiwa lebih. Nantinya tiap TPS maksimal dimungkinkan 500 orang pemilih.

Namun kalau melihat kondisi di lapangan, tidak mencapai angka demikian,” tegasnya.

Berdasarkan data, TPS terbanyak berada di Kabupaten Kapuas, dengan total 1.001 TPS dari jumlah pemilih berdasarkan DPS sebanyak 255.239 jiwa. Sedangkan, jumlah TPS paling sedikit yakni di Kabupaten Sukamara, dengan total 133 TPS dari jumlah pemilih paling sedikit pula berdasarkan DPS yakni hanya 36.459 jiwa

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalteng Satriadi mengatakan, pengurangan TPS perlu masukan dari masyarakat. "Pengurangan jumlah TPS tentu dikarenakan berkurangnya jumlah daftar pemilih sementara (DPS)," katanya kepada Kalteng Pos, Minggu (20/9).

Sedangkan untuk TPS rawan dari ribuan yang telah ditetapkan itu, lanjut Satriadi, hingga saat ini Bawaslu masih melakukan pendataan. Sehingga jika ada persoalan yang ditemukan, maka akan segera diambil solusinya.

"Bercermin dari pelaksanaan pilkada sebelumnya, memang ada beberapa kabupaten yang cukup rawan, di antaranya Kotawaringin Timur, Murung Raya, Kapuas, Seruyan, dan beberapa daerah lainnya," ungkapnya.

Kemudian mengenai DPS, Satriadi menyebut, masih ada waktu untuk mendapatkan masukan-masukan dari masyarakat. Misalnya, ada warga yang belum terdaftar dalam DPS.

"Nah inilah juga kesempatan bagi masyarakat untuk mengecek atau mencermati apakah namanya sudah terdaftar dalam daftar pemilih atau belum," jelasnya sembari mengingatkan kepada masyarakat Kalteng yang belum terdaftar dalam DPS untuk segera menyampaikan kepada PPS setempat.

12

Editor :dar
Reporter : abw/nue/ala