Anggota Juru Bicara Satgas Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro menyesalkan banyak masyarakat yang masih memakai masker sekadar di dagu atau leher. (BNPB)


Kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan salah satunya memakai masker masih harus lebih disiplin. Pasalnya, tak cukup mengandalkan aturan saja, tetapi diperlukan kesadaran. Masker menjadi upaya paling efektif untuk menekan penularan Covid-19.

Anggota Juru Bicara Satgas Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro menyesalkan banyak masyarakat yang masih memakai masker sekadar di dagu atau leher. Menurutnya, memakai masker jangan asal-asalan jika memang ingin melindungi tubuh dari virus Korona.

“Kita tak hanya menggantungkan pada aksi kebijakan pemerintah karena yang utama bagi kita semua memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah dengan protokol kesehatan,” tegasnya dalam konferensi pers, Jumat (18/9).

“Ingat selalu pakai masker dengan baik dan benar. Jangan asal-asalan, tutupi bagian hidung dan dagu karena ini penting sekali,” kata dr Reisa.

Dia menyebut jangan malah hanya memakai masker sekadar atau ala kadarnya. Misalnya hanya menutupi dagu dan leher.

“Jangan jadikan masker hiasan untuk menutupi dagu saja. Atau saya masih melihat beberapa orang malah dikalungkan saja maskernya di leher,” katanya.

Dia mengimbau agar selalu menyiapkan lebih dari satu masker per hari terutama ketika beraktivitas. Selalu jaga jarak aman, jauhi kerumunan.

“Ke luar rumah hanya kepentingan mendesak. Kalaupun harus keluar rumah hindari kontak fisik dengan orang lain. Sekalipun itu adalah teman kita sendiri. Jaga jarak aman minimal 1 hingga 2 meter,” katanya.

Dan yang tak kalah penting juga harus mencuci tangan dengan baik yakni dengan sabun dan air mengalir. Selalu terapkan protokol kesehatan sebelum masuk ke rumah.

“Lepas sepatu di luar rumah, bersihkan barang bawaan kita bawa keluar rumah sebelum kita masuk ke dalam. Bersihkan badan sampai bersih baru bertemu dengan anggota keluarga kita. Saya yakin kita semua pasti bisa,” tutupnya.

12

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc