Wabup Mura Rejikinoor memimpin rakor penetapan siaga bencana karhutla di Aula Kantor Pemkab Mura, Rabu (5/8). (Foto: Dadang/Kalteng Pos)


PURUK CAHU,KALTENGPOS.CO-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura ) melaksanakan rapat koordinasi (rakor) penetapan status siaga bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (5/8). Rakor membahas penanganan karhutla itu dibuka Wabup Rejikinoor dihadiri Kapolres Mura AKBP Dharmeshwara Hadi Kuncoro, Kalak BPBD Mura Kariadi dan undangan lainnya.

Kariadi mengatakan, setiap tahun ada pergantian musim. Salah satunya musim kemarau. Berdasarkan prediksi BMKG, musim kamarau panjang akan terjadi sampai Oktober 2020.

Di Provinsi Kalteng, oleh gubernur telah ditetap tentang status siaga tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan pada 30 Juni lalu. "Atas dasar itu, khusus Kabupaten Mura menetapkan status melalui SK bupati Murung Raya yang akan ditindaklanjuti pembentukan posko dan lainnya," kata Kariadi.

Rejikinoor menyampaikan, rapat dalam rangka penetapan status siaga bencana kebakaran lahan juga untuk menyiapkan apa yang akan dilakukan. Rapat koordinasi ini diperlukan kesiapan dan sebagai upaya dapat dilaksanakan agar masyarakat merasa tenang.

"Kalau sudah darurat bencana wajib hukumnya semua komponen wajib hadir dan wajib untuk menyiapkan apa yang akan kita lakukan," terang Rejikinoor.

Semua lini wajib diselamatkan, selain lingkungan juga kemanusiaannya. Akibat lingkungan manusianya tidak diselamatkan. Rakor ini akan diperlukan apa yang disepakati dalam status siaga  darurat. "Ini tidak mungkin kita anggap semata-mata namun diperlukan keseriusan," tegas Wabup.

Kapolres Mura AKBP Dharmeshwara Hadi Kuncoro mengatakan, untuk pandemi Covid-19, kapolda Kalteng mencanangkan untuk dibentuk Lewu Isen Mulang atau biasa disebut desa pantang mundur, yang memiliki tiga kemampuan. Seperti penanganan covid, adanya ketahanan pangan dan membuat penanganan karhutla. 

1

Editor :hen
Reporter : dad/ens