Ilustrasi


Asosiasi Ojek Online Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia mengkritik keras kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang melarang ojek online mengangkut penumpang selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan ini dianggap telah merugikan para pengendara ojek.

“Ini teman-teman ojol kecewa, dan ini meradang, emosional jadinya yah, dengan Pergub DKI Jakarta tidak membolehkan ojol mengangkut penumpang,” kata Ketua Presidium Nasional GARDA Indonesia Igun Wicaksono saat dihubungi, Jumat (10/4).

Igun mengatakan, saat ini menu order penumpang sudah dinonaktifkan oleh pihak operator. Menurut dia, sistem seperti ini sangat membebani pengemudi dalam mencari penghasilan. Pasalnya, tidak semua pengemudi bisa mengambil order makanan.

Karena harus menyiapkan modal uang untuk membayar pesananan pelanggan ke rumah makan yang dituju. Sedangkan pada kondisi saat ini untuk mencari modal tersebut pun sulit didapat. “Order barang pun sudah sangat jarang ada. Ini sama saja mematikan ojol secara pelan-pelan. Kami protes keras mengenai ini,” jelas Igun.

Dia menyebut, 70 sampai 80 persen orderan yang diterima oleh pengemudi ojek online ialah jenis angkutan orang. Maka ketika sistem tersebut ditiadakan, maka pendapat pengendara akan berkurang drastis.

Sementara itu pengemudi ojek online yang enggan disebutkan nama pun merasa terbebani dengan kebijakan ini. Terlebih, selama terjadi pandemi Covid-19 pendapatannya menurun drastis. Jika biasa bisa mengantongi minimal Rp 100 ribu, saat ini untuk mendapat separuh dari itu pun sudah sangat sulit.

“Udah ada musibah begini, jangankan Rp 50 ribu, Rp 20 ribu aja berat, ya saya nikmatin aja terus mau ngomong apa. Iya (demi anak istri),” kata dia.

Kendati demikian, ayah dari dua anak itu mengaku tak bisa berbuat banyak. Hanya kerja keras yang bisa dijalaninya. Besar kecilnya pendapatan, harus menjadi pil pahit selama wabah ini terjadi. “Kita ini sebagai rakyat kecil harusnya difikirin (pemerintah). Kita juga mau di rumah becanda sama anak. Kalau dibilangin, sedih saya, tapi kalau nggak dijalani ya bagaimana,” tutupnya.

Pengemudi asal Depok ini pun mengaku sampai sekaranb belum ada bantuan yang diberikan pemerintah kepadanya. Sejauh ini hanya ada sejumlah relawan yang kerap membagikan makan siang kepada ojek online yang masih beroperasi. 

 

12

Editor :Bintang Pradewo
Reporter : Sabik Aji Taufan.