Para pemain Timnas Indonesia saat menjalani latihan bersama di bawah asuhan pelatih Shin Tae Yong sejak 14 Februari lalu. (JPNN)


JAKARTA – Usai tim asuhannya kalah telak 1-4 dari tim yang baru promosi ke Liga 1 2020, Persita Tangerang, pelatih timnas Indonesia Shin Tae Yong langsung melarang semua pemainnya memakan gorengan setelah kembali ke klub mereka masing-masing.

"Sama sekali tidak boleh makan gorengan," kata Shin di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta usai laga uji coba melawan Persita, Jumat (21/2) malam.

Selain itu, lanjut juru taktik asal Korea Selatan tersebut, para pemain juga dimintanya agar tidak lupa memakan daging. Karena mengonsumsi daging, lanjut Shin, bagus untuk meningkatkan kondisi fisik para pemain. "Agar energi ototnya bisa terbentuk," kata ungkapnya.

Para pemain tim nasional Indonesia akan kembali ke klub masing-masing usai menjalani pemusatan latihan (TC) di Jakarta. TC itu dimulai sejak 14 Februari 2020 dan berakhir 22 Februari 2020.

Ada 33 pemain yang mengikuti TC persiapan menuju laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia tersebut. Rencananya, TC akan berlangsung kembali mulai 16 Maret 2020.

Selain berpesan soal makanan, Shin juga memberikan menu latihan pribadi pada semua pemain yang menjalani TC. "Saya memberikan program latihan pribadi. Jadi, walau kembali ke klub masing-masing, pemain harus melakukan latihan pribadi selain latihan bersama tim," kata pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut.

Agenda terdekat di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Indonesia akan menghadapi tuan rumah Thailand pada 26 Maret 2020. Lima hari kemudian, pada 31 Maret 2020, Indonesia akan menjamu Uni Emirat Arab.

Shin mengaku kecewa skuat asuhannya kalah dengan skor 1-4 dari Persita. "Jujur untuk skor pertandingannya saya kecewa," ujar Shin setelah pertandingan usai.

Meski demikian, juru taktik asal Korea Selatan itu berusaha untuk maklum. Setidaknya ada 4 penyebab Timnas Indonesia kalah. Pertama, menurut Shin Tae Yong, pemain timnas Indonesia dalam kondisi kelelahan karena terus melahap latihan fisik sejak awal pemusatan latihan (TC) pada 14 Februari 2020.

Kedua, sembilan dari 33 pemain yang sebelumnya ada di TC juga kembali karena harus memperkuat timnya masing-masing di Piala AFC 2020.

Ketiga, empat pemain juga disebut Shin mengalami cedera. Keempat, Shin Tae Yong mengaku belum memberikan materi strategi. "Saya pun sama sekali belum memberikan strategi yang dapat diaplikasikan untuk pemain. Hari ini (Jumat) jelas anak-anak sangat lelah. Namun dari pertandingan ini saya bisa mengetahui level pemain," akuinya.

Satu-satunya gol timnas dicetak oleh Rizky Pora melalui tendangan bebas. Sementara gol-gol Persita dihasilkan oleh bunuh diri Rahmat Irianto serta gol Samsul Arif, Eldar Hasanovic dan Aldi Al Achya.

Laga itu sekaligus menjadi pertandingan pertama bagi Shin Tae-Yong sejak ditunjuk menangani tim nasional Indonesia. Pertandingan pada Jumat (21/2) atau hari kedelapan TC, tidak seperti hari-hari sebelumnya. Yakni timnas hanya diikuti 24 dari 33 pemain yang dipanggil.

Hal itu karena sebanyak enam pemain Bali United yakni Nadeo Argawinata, Ricky Fajrin, Gavin Kwan Adsit, Stefano Lilipaly, Ilija Spasojevic dan Lerby Eliandri kembali ke klub karena mempersiapkan diri menuju Piala AFC 2020. Dua pemain PSM Asnawi Mangkualam Bahar dan Muhammad Rizky Eka juga sedang balik ke tim.

Di Piala AFC 2020, Bali United akan bertandang ke Kamboja untuk melawan wakil Kamboja Preah Kahn Reach Svay Rieng Selasa (25/2) mendatang. Sementara PSM Makassar akan menjamu wakil Myanmar Shan United pada Rabu (26/2) di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta. Pemain terakhir yang meninggalkan TC lebih awal adalah gelandang Bhayangkara FC Teuku Muhammad Ichsan yang sakit.

Pemain Bali United Stefano Lilipaly menyebut Shin Tae Yong  adalah sosok yang disiplin. "Coach Shin Tae Yong adalah orang yang disiplin. Dia pelatih Korea Selatan yang menerapkan kedisiplinan kepada para pemain," kata Lilipaly dilansir dari laman resmi Bali United.

Ia mengatakan kedisiplinan ala Korea yang dibawa ke timnas, sangat berperan besar dalam pembentukan karakter para pemain. Shin Tae Yong juga tidak memandang seorang pemain dari satu klub semata. "Saya melihat ini hal bagus untuk timnas Indonesia karena para pemain berasal dari tim yang berbeda," akuinya. (jpnn)

Editor :
Reporter :

You Might Also Like