ILUSTRASI. Mencuci tangan selama pandemi terbukti efektif membunuh virus Korona. Sebab, penelitian mengungkapkan virus Korona dapat bertahan hidup 9 jam pada kulit. (Nexu Science Communication)


Mencuci tangan selama pandemi terbukti efektif membunuh virus Korona. Sebab, penelitian mengungkapkan virus Korona dapat bertahan hidup pada kulit manusia hingga sembilan jam.

Dilansir dari Diabetes.co.uk, Jumat (16/10), tim peneliti Jepang, dari Kyoto Prefectural University of Medicine, menemukan fakta itu. Penemuan juga menunjukkan bahwa Covid-19 hidup empat kali lebih lama daripada virus influenza A, atau yang dikenal sebagai flu.

Penelitian melibatkan penggunaan kulit mayat sehingga orang sehat tidak perlu terinfeksi virus. Sampel virus Korona dan virus influenza A tertinggal di sel kulit. Virus flu hidup sekitar 1,8 jam di kulit, tetapi Covid-19 berlanjut selama sekitar sembilan jam.

Namun, kelangsungan hidup virus Korona diperpanjang selama dua jam lagi, ketika bercampur dengan lendir dari sampel saluran pernapasan bagian atas. Kelangsungan hidup dari kedua kondisi tersebut non aktif dalam waktu 15 detik ketika pembersih tangan yang mengandung alkohol 80 persen diaplikasikan.

“Studi ini menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 mungkin memiliki risiko penularan kontak yang lebih tinggi daripada virus influenza A karena jauh lebih stabil pada kulit manusia,” jelasnya.

Temuan ini mendukung hipotesis bahwa kebersihan tangan penting untuk mencegah penyebaran SARS-CoV-2. Saat ini, saran Pemerintah masih fokus pada kampanye pentingnya mencuci tangan. Dan mengatakan masyarakat harus melakukannya setidaknya selama 20 detik dalam upaya menghentikan penyebaran Covid-19.

1

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc