Grafis Covid-19. (Bagus/JawaPos)


Obat Remdesivir selama ini diklaim sebagai pengobatan untuk merawat pasien Covid-19 yang berat. Studi terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan obat itu telah gagal mengurangi perawatan pasien kondisi berat di rumah sakit dan juga angka kematian.

Selama berbulan-bulan, Remdesivir telah mengesankan para ahli tentang keefektifannya. Bahkan Pusat Kesehatan Nasional (NHS) mengizinkan digunakan kepada pasien selektif di Inggris. Data uji coba awal Gilead Sciences memberikan hasil positif yang membuat NHS melakukan langkah itu karena mengklaim bahwa itu mempersingkat waktu pemulihan menjadi empat hari, seperti laporan BMJ.

Namun, studi terbaru dari WHO menggambarkan hasil yang meyakinkan dan mengecewakan bahwa obat hanya memiliki sedikit atau tidak ada efek untuk menurunkan angka kematian saat pasien dirawat di rumah sakit. Dan tampaknya juga tidak membantu dalam memperpendek masa pemulihan, seperti laporan CNN.

Dilansir dari Science Times, Jumat (16/10), uji coba WHO mengevaluasi 4 obat potensial untuk Covid-19, yang meliputi Remdesivir, Hydroxychloroquine, kombinasi obat anti-HIV Lopinavir dan Ritonavir, dan Interferon. Namun, hasil studi mereka menunjukkan bahwa obat tersebut gagal membantu pasien yang dirawat di rumah sakit hidup lebih lama atau membantu mereka pulih lebih cepat. WHO belum menerbitkan studi mereka dalam jurnal medis yang ditinjau sejawat tetapi telah mempostingnya ke dalam bentuk pra-cetak.

Menurut The Hill bahwa studi WHO dianggap sebagai uji coba terkontrol secara acak terbesar di dunia untuk obat-obatan melawan Covid-19, yang menjangkau lebih dari 30 negara, 405 rumah sakit, dan 11.266 pasien dewasa. ”Untuk setiap obat dalam penelitian ini, soal bukti efek pada kematian sangat mengecewakan,” kata WHO.

Kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengatakan, mereka harus menghentikan pemberian hydroxychloroquine dan lopinavir/ritonavir pada Juni selam karena tidak efektif. Saat ini, mereka sedang mencari langkah selanjutnya dalam menguji kemungkinan pengobatan untuk pasien Covid-19, seperti antibodi monoklonal, imunomodulator, dan beberapa obat antivirus baru yang telah dikembangkan dalam beberapa bulan terakhir.

1

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc