Camat Jabiren Raya, Agustinuah, pada pembukaan penyuluhan anti-radikalisme di kecamatan Jabiren Raya, Kamis (15/10). (Foto: Diskominfo)


PULANG PISAU, KALTENGPOS.CO - Badan Kesatuan Bangsa  dan Politik (Kesbangpol) Pulang Pisau (Pulpis) menggelar penyuluhan anti-radikalisme di Kecamatan Jabiren Raya, Kamis (15/10). Kegiatan diikuti tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut menghadirkan beberapa narasumber di antaranya Pasi Kodim 1011/KLK, Kasat Binmas Polres dan Kejaksaan Negeri.

“Salah satu tujuan giat untuk mengantisipasi kondisi yang tidak baik menjelang Pilkada Kalteng 2020,  terhadap kemunculan benih radikalisme yang negatif dari agama, kesukuan, golongan dan kelompok,” kata Kepala Bidang Ketahanan Ideologi Bangsa, Sosbud, Ekonomi dan Agama, Eka Imanuel.

Dia mengungkapkan, kegiatan tersebut sebagai implementasi UU RI Nomor 15 tahun 2003 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI Nomor 1 tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme menjadi UU.

“Kegiatan ini dimaksudkan mengedukasi masyarakat dan menggelorakan semangat anti-radikalisme di kalangan masyarakat, khususnya di Jabiren Raya,” ungkap dia.

Imanuel menambahkan, diselenggarakannya kegiatan supaya seluruh pihak yang  tergabung dalam pembentukkan panitia penyuluhan anti-radikalisme di Kecamatan ini memiliki tanggung jawab bersama dalam melaksanakan penyuluhan anti-radikalisme.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan tidak ada lagi radikalisme. Baik dari tindakan seseorang maupun kelompok tertentu yang menggunakan cara kekerasan dalam mengusung perubahan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Camat jabiren Raya, Agustinuah,  mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia berharap, dengan kegiatan tersebut masyarakatnya bisa memahami apa itu radikalisme. “Harapannya saat ada bibit radikalisme muncul dapat segera terdeteksi,” harap dia.

1

Editor : nto
Reporter : art