ILUSTRASI. Munculnya nyeri dada kadang masih sering disepelekan atau diremehkan. Padahal, bisa jadi nyeri dada itu merupakan gejala dari serangan jantung yang bisa berakibat fatal. (NDTV)


Munculnya nyeri dada kadang masih sering disepelekan atau diremehkan. Padahal, bisa jadi nyeri dada itu merupakan gejala dari serangan jantung yang bisa berakibat fatal.

Seperti diketahui nyeri dada adalah kondisi dimana dada terasa seperti tertusuk, perih, atau tertekan. Lokasi nyeri bisa di dada bagian kiri, kanan, atau tengah. Dokter spesialis jantung dari Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan dr Tri Adi Mylano SpJP (K) FIHA mengatakan, nyeri dada dapat berlangsung sangat singkat atau terjadi selama berhari-hari. Tergantung dari penyebabnya.

’’Penyebab nyeri dada sangat bervariasi. Namun kondisi ini berbahaya apabila disebabkan oleh penyakit jantung atau pembuluh darah,’’ katanya Selasa (22/9).

Dia menjelaskan nyeri di wilayah dada merupakan tanda akan timbulnya serangan jantung akibat berbagai faktor internal pada jantung. Misalnya adanya sumbatan pada aliran darah dan pembuluh darah. Kondisi itu sampai membuat melemahnya kerja jantung dan terjadi peradangan.

Tri Adi menjelaskan pada penderita jantung dengan gejala awal nyeri dada, mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan penderitanya diketahui dari pasien yang relatif berusia muda. ’’Biasanya nyeri akan menjalar ke leher, bahu, hingga ke rahang,’’ jelasnya.

Tri Adi lantas menyarankan agar masyarakat yang merasakan gejala nyeri pada dada untuk segera melakukan deteksi dini. Bahkan jika nyeri dada dirasakan menjalar ke rahang, lengan, leher, lalu tembus ke belakang disertai dengan keringat dingin, pusing, muntah, serta jantung berdebar, segera ke IGD rumah sakit terdekat.

Dia menuturkan ada fakta resiko yang menyebabkan seseorang terkena penyakit jantung. Diantaranya adalah faktor usia. Semakin seseorang bertambah tua, maka resiko terkena serangan jantung dan jantung koroner meningkat. Kemudian juga jenis kelamin. Dia mengatakan fakta terbaru menyebutkan wanita memiliki faktor resiko yang ekslusif.

Lalu yang ketiga adalah perokok. Kebiasaan ini menyebabkan peningkatan resiko seseorang terserang penyakit jantung. Keempat adalah kurang aktivitas, minum alkohol, diet tidak sehat, obesitas keturunan atau riwayat keluarga hipertensi, diabetes, kolesterol jahat yang tinggi, dan stres.

Sementara itu dr Evi Supriadi SpJP (K) FIHA FAsCC dari Siloam Hospitals Jambi menambahkan biasanya nyeri dada terjadi pada penyakit jantung koroner. Kondisi itu ditandai dengan nyeri dada atau rasa tidak enak dengan gejala yang sangat khas. Seperti terasa tertusuk, terbakar, tertimpa benda berat, dan nyeri pada ulu hati. Kondisi tersebut biasanya dirasakan saat beraktifitas atau stres.

Perlu diketahui, selain dipicu penyakit jantung, nyeri dada juga bisa disebabkan kondisi lain. Diantaranya adalah penyakit paru-paru. Seperti penyumbatan pembuluh darah di paru-paru (emboli paru), radang pada selaput pembungkus paru-paru (pleuritis), tekanan yang tinggi pada pembuluh darah di paru-paru (hipertensi pulmonal), abses paru, serta atelektasis atau paru-paru yang kempis.

12

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc