Ilustrasi vaksin Covid-19 (Antonov/AFP)


Negara-negara kaya, di antaranya Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Jepang, telah membeli lebih dari separuh pasokan vaksin Covid-19 yang diperkirakan bakal tersedia, demikian menurut organisasi amal antikemiskinan global Oxfam.

Negara-negara kaya telah membeli 51 persen dari dosis kandidat vaksin Covid-19 terdepan yang dijanjikan bakal ada, meskipun jumlah mereka hanya sekitar 13 persen dari populasi dunia, papar Oxfam dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs webnya pada Kamis (17/9) pekan lalu.

Lembaga nonprofit tersebut menganalisis lima kesepakatan yang diteken antara pemerintah dan sejumlah perusahaan farmasi, di antaranya AstraZeneca, Gamaleya/Sputnik, Moderna, Pfizer, dan Sinovac, yang memiliki kapasitas produksi gabungan untuk menghasilkan 5,9 miliar dosis.

Kesepakatan pasokan vaksin telah dibuat untuk 5,3 miliar dosis, dengan 2,7 miliar di antaranya telah dibeli oleh negara-negara dan kawasan maju, sedangkan 2,6 miliar sisanya telah dibeli oleh atau dijanjikan kepada negara-negara berkembang termasuk India, Tiongkok, dan Brasil, menurut Oxfam.

“Akses ke vaksin yang dapat menyelamatkan nyawa tersebut seharusnya tidak bergantung pada di mana Anda tinggal atau berapa banyak uang yang Anda miliki,” kata Robert Silverman, Manajer Avokasi Departemen Sektor Swasta di Oxfam Amerika, seperti dilansir Antara dari Xinhua. “Pengembangan dan persetujuan vaksin yang aman dan efektif sangat penting, namun yang tidak kalah pentingnya adalah memastikan vaksin tersebut tersedia dan terjangkau untuk semua orang. Cobid-19 di mana pun itu sama.” (*)

1

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc