Warga pelanggar protokol kesehatan di Palangka Raya yang harus menjalani hukuman sosial dengan menyapu jalan semenjak diterapkannya Perwali. (FOTO : HUMAS POLRESTA)


PALANGKA RAYA, KALTENGPOS.CO - Selama 5 hari semenjak dibentuk, Satuan Tugas Yustisi Covid-19 Polda Kalimantan Tengah telah menindak ribuan warga yang melanggar protokol kesehatan.

Dari hasil akumulatif yang tercacatat dalam Operasi Satgas Yustisi Polda Kalteng dan Jajaran yang dilakukan pada tanggal 14 September hingga 19 September 2020, sedikitnya ada 10.369 orang yang terjaring dan dikenai sanksi oleh petugas.

Dari penindakan tersebut, petugas membagi sanksi menjadi tiga. Teguran lisan, teguran tertulis dan kerja sosial. Namun ada pula yang mengacu sesuai Perda di wilayah masing-masing menggunakan acuan denda.

Adapun rincian penindakan yang dilakukan Polda Kalteng dan Polres Jajaran ada 6.857 orang dikenai teguran lisan, 721 orang dikenai teguran tertulis, 2.798 dikenai kerja sosial.

Selain itu, Denda juga diberlakukan di Polresta Palangka Raya dan Polres Lamandau dengan total uang yang berhasil dikumpulkan ada Rp6.200.000

Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Komisaris Besar Hendra Rochmawan mengungkapkan, selama pandemi Covid-19 yang masih belum berlalu ini, Penindakan guna menyadarkan masyarakat untuk ikuti Protokoler Kesehatan (Prokes) harus terus ditingkatkan.

"Secara logika semakin banyak penindakan, catatan yang ditindak akan semakin meningkat pula. Semoga dengan adanya tim ini bisa setidaknya semaksimal mungkin bisa menurunkan tren kasus Covid-19 di Kalimantan Tengah," kata Kabidhumas, Senin (21/9).

Hendra berharap kepada masyarakat agar mematuhi protokoler kesehatan Covid-19 yang baik dan benar. Jangan sampai tindakan tidak patuh akan merugikan diri sendiri dan orang Lain.

"Apabila beberapa minggu kedepan naik terus berarti kesadaran masyarakat yang harus ditingkatkan," pungkasnya. 

1

Editor :dar
Reporter : ard/kpc