ILUSTRASI. (Medical Express)


Pasien kanker mengalami berbagai masalah bukan hanya karena penyakitnya itu sendiri. Akan tetapi juga persoalan mental atau psikis, manajemen nyeri, dukungan keluarga, karier, dan masalah rumit lainnya. Karena itu, tatalaksana pengobatan pasien kanker harus tepat.

Terkait pentingnya pengetahuan masyarakat dan keamanan serta egek samping obat khususnya bagi pasien kanker, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP, menegaskan, tenaga medis harus berpegang pada prinsip melakukan segala langkah dengan mengutamakan keselamatan pasien. Namun, sangatlah penting juga bagi pasien kanker untuk segera melaporkan ke dokter jika terjadi efek samping setelah menggunakan obat tertentu. Agar dokter dapat memberikan advis jika diperlukan perawatan medis tertentu atau merubah obat apabila harus menjalani perawatan lainnya.

“Sehingga terlihat bahwa konsep ‘Patient Safety’ itu perlu dipegang oleh semua pihak yang terlibat dalam proses pengobatan,” katanya dalam Webinar Hari Keselamatan Pasien bersama Bayer, Kamis (17/9).

Pasien diajak untuk memahami dalam mengelola efek samping obat, yang secara umum dapat terjadi saat mengobati kanker. Seperti mual, pusing, bibir pecah, dan kelelahan. Untuk itu pasien disarankan untuk memahami pengobatan yang dijalankan, berikut dengan efek samping yang bisa atau mungkin terjadi.

“Dan juga melakukan perubahan gaya hidup dan pola makan yang sesuai untuk meminimalisir efek samping pengobatan, bila memungkinkan,” jelasnya.

Menurut dr. Aru, dalam 5 tahun terakhir hanya lima provinsi yang melaporkan angka prevalensi kanker menurun. Semua provinsi mencatat kasus meningkat.

“WHO telah mencanangkan bahwa bersama-sama semua pasien berhak mendapatkan perawatan kanker yang tepat. Diperlukan data utk lebuh baik self diagnosis, pengobatan akurat tepat waktu. Pasien berhak dapatkan pengobatan baik dan akurat,” tegasnya.

Perjalanan kanker dari awal hingga ganas, kini dengan kecanggihan teknologi dan pengobatan, bisa membuat masa hidup pasien menjadi lebih lama atau berkualitas. Memang ada konsekuensi yang harus dilakukan oleh pasien kanker, yakni minum obat seumur hidup.

“Apa konsekuensinya dari pencegahan skrining diagnosis pengobatan recovery penyintasan sampai akhir hidup, waktunya akan lebih panjang bagi pasien kanker. Bahwa sepanjang masa pasien itu secara umum harus minum obat. Baik suportif dan atau untuk pertahankan kesehatannya,” jelasnya.

“Tapi yang lebih penting daripada sekadar minum obat adalah tetap keamanan pasien nomor satu,” tutupnya.

12

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc