ILUSTRASI. WHO mengungkap 1 dari 7 kasus virus Korona adalah tenaga medis. Secara global, sekitar 14 persen dari kasus Covid-19 yang dilaporkan adalah tenaga medis. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)


Tenaga medis merupakan garda terdepan untuk menyelamatkan pasien Covid-19. Ketika mereka tumbang karena tertular Covid-19, maka siapa yang akan menyelamatkan pasien? Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta agar tenaga kesehatan tetap sehat dan prima untuk mengoptimalkan layanan kesehatan.

Mirisnya data dari WHO mengungkap 1 dari 7 kasus virus Korona adalah tenaga medis. Secara global, sekitar 14 persen dari kasus Covid-19 yang dilaporkan kepada WHO ada di antaranya adalah petugas kesehatan.

“Dan itu terjadi di beberapa negara sebanyak 35 persen,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers di Jenewa, baru-baru ini seperti dilansir dari Washington Post, Jumat (18/9).

Data yang dikumpulkan oleh WHO menunjukkan bahwa petugas kesehatan mewakili kurang dari 3 persen populasi di sebagian besar negara. Serta kurang dari 2 persen di hampir semua negara berpenghasilan rendah dan menengah. Namun data WHO, yang dirilis untuk memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia pada Kamis (17/9), cocok dengan perhitungan di berbagai negara.

Pada April, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menemukan bahwa pekerja perawatan kesehatan menyumbang 11 persen hingga 16 persen dari kasus Covid-19 selama gelombang infeksi pertama di Amerika Serikat. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingkat infeksi yang tinggi karena pengujian yang lebih tinggi di antara petugas kesehatan.

 

“Kemungkinan ada bias dalam data ketika Anda melihat petugas kesehatan,” kata seorang sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Universitas Johns Hopkins Amesh Adalja.

 

Beberapa ahli mengatakan tingginya tingkat Covid-19 di antara petugas kesehatan karena memang memiliki risiko tinggi dan perlindungan yang terbatas. “Pada tingkat tertentu itu tidak mengherankan. Jika Anda bekerja di lingkungan dengan banyak kasus Covid-19, maka tingkat infeksi Anda akan lebih tinggi,” kata Wakil Presiden Senior dan Dekan urusan klinis di Baylor College of Medicine di Houston James McDeavitt.

McDeavitt dan Angharad Davies, seorang profesor klinis di Swansea University mengacu pada penelitian yang diterbitkan di Lancet, mengamati 100.000 pekerja perawatan kesehatan garis depan di Inggris dan Amerika Serikat. Lalu ditemukan bahwa risiko infeksi tenaga medis dibandingkan dengan orang-orang di masyarakat umum adalah tiga kali lebih besar.

Infeksi Covid-19 hanya menjadi salah satu faktor risiko petugas kesehatan selama pandemi. Banyak juga yang menghadapi masalah kerja berlebihan dan keuangan juga mental.

WHO tidak menjelaskan apakah petugas kesehatan telah terinfeksi di fasilitas perawatan kesehatan atau di rumah. WHO berjanji akan meluncurkan pedoman keselamatan pekerja kesehatan yang dapat membantu membimbing institusi di seluruh dunia.

12

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc