Dari kiri ke kanan: Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pulang Pisau, Sri Hariyanti, Ketua TP PKK, Nunu Andriani Pratowo dan kepala DP3APKB dr Bawa Budi Raharja mengikuti pengukuhan bunda literasi, pokja bunda PAUD, duta baca anak/remaja daerah Kalteng, kemarin (15/9)


PULANG PISAU, KALTENGPOS.CO - Ketua TP PKK Pulang Pisau (Pulpis), Hj Nunu Andriani Pratowo, mengikuti pengukuhan bunda literasi, pokja bunda PAUD, duta baca anak/remaja daerah Kalteng yang  dilaksanakan virtual di aula Mess Pemda, Selasa (15/9).

Kegiatan ini diikuti Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APKB) Pulpis, dr H Bawa Budi Raharja. Selain itu, Sekretaris DP3APKB, Ma'ruf Kurkhi, dan Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Sri Hariyanti.

Sri Hariyanti mengungkapkan, pihaknya segera memasukkan program duta baca di Kabupaten Pulpis.  

“2021, kami masukan ke program. Sebelumnya ada tingkat SD untuk program bertutur yang bersinergi dengan minat baca dan gemar membaca,” kata Sri saat dicegat wartawan usai kegiatan.

Dia berharap, program tersebut makin menumbuhkan minat baca masyarakat. “Untuk minat baca di Kabupaten ini sudah mulai meningkat. Kami juga buka perpustakaan di kantor,” ungkapnya.

Dia mengaku, untuk minat baca di Pulpis yang tertinggi masih di tingkat pelajar SD, SMP dan SMA. “Kalau untuk masyarakat masih belum begitu tergerak. Kami juga terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat umum,” ujar Sri.

Untuk mewujudkan itu, lanjut dia, saat ini juga sudah ada perpustakaan desa. “Di beberapa desa sudah memiliki perpustakaan desa. Perpustakaan desa ini lebih untuk mendekatkan program pelayanan peningkatan minat baca masyarakat,” beber dia.

Bahkan pihaknya juga berupaya menjangkau masyarakat di daerah terpencil untuk dapat mengakses bacaan di perpustakaan.

“Untuk program itu kami juga bekerja sama dengan Polisi Air Kahayan Kuala untuk melayani masyarakat terpencil yang hanya bisa dijangkau melalui transportasi kelotok (perahu motor),” ungkap dia.

Saat disinggung terkait pengayaan sumber bacaan dia mengaku sudah mencukupi. “Karena di perpustakaan, selain dari pengadaan kantor juga ada bantuan dari pusat. Sumber bacaan itu juga disalurkan ke desa-desa,” ucapnya.

Sri menambahkan, perpustakaan Kabupaten juga berbasis inklusi. “Artinya tidak hanya untuk taman bacaan. tetapi juga membuka pelayanan kursus komputer bagi masyarakat umum dan pelajar secara gratis,” tandas dia.

12

Editor : nto
Reporter : art