M Abadi


SAMPIT,KALTENGPOS.CO-Tingginya intensitas curah hujan sejak beberapa hari terakhir ini ternyata juga berdampak bagi warga masyarakat di Desa Baampah, Kecamatan Mentaya Hulu. Saat ini puluhan rumah yang berada di daerah bantaran sungai tersebut juga sudah terendam air akibat semakin tingginya debit air tersebut.

 

Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) M Abadi mendapat informasi dari kepala Desa Baampah bahwa ketinggian air di desa tersebut  semakin meningkat, dan dikhawatirkan akan mempersulit aktivitas warga masyarakat di daerahnya tersebut.

 

"Saya mendapat informasi dari kades bahwa debit air terus naik, bahkan fasilitas umum seperti pustu dan rumah dinas guru juga ikut kebanjiran. Selain itu juga rumah warga, sebanyak 13 rumah ikut kebanjiran, dan saat ini air sudah 20 sentimeter dari lantai rumah warga, saya sangat khawatirkan debit air semakin tinggi dan tentunya tidak ingin terjadi hal- hal yang tidak diinginkan,"ujarnya, Senin (14/9).

 

Abadi meminta agar pihak instansi pemerintah baik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial serta instansi lainnya bisa segera melakukan kroscek atau turun ke lapangan untuk melihat kondisi di sana dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak di desa tersebut.

 

"Saya meminta tenda pengungsian harus segera didirikan, bukan hanya di Desa Baampah, artinya secara umum, karena memang ada beberapa kecamatan yang sedang terdampak banjir saat ini, BPBD, Dinas Sosial dan lainnya juga harus sigap jangan sampai ada korban jiwa," ucapnya.

 

Ketua Fraksi PKB DPRD Kotim ini juga mendesak perusahaan besar swasta (PBS) yang mengeruk hasil bumi di daerah itu untuk segera memberikan atau merealisasikan bantuannya kepada warga masyarakat yang terdampak banjir sampai dengan saat ini.

 

"Kami juga mendesak investor perkebunan kelapa sawit banyak yang dekat dengan desa yang terjadi banjir agar segera memberikan bantuan, baik bahan pokok, obat-obatan dan bantuan lainnya kepada masyarakat yang terdampak banjir saat ini," harapnya.

 

12

Editor :hen
Reporter : bah/ram