Aratuni D Djaban


PALANGKA RAYA – Kepala BPPRD Kota Palangka Raya, Aratuni D Djaban menjelaskan, berdasarkan hasil analisis dan indentifikasi pihaknya di lapangan, ada tiga jenis pajak yang diturunkan targetnya. Sehingga pihaknya melakukan rasionalisasi penyerapan pajak di Kota Palangka Raya.

Pertama pajak hotel, kedua pajak restoran dan ketiga pajak hiburan. Dalam Peraturan Wali Kota Palangka Raya (Perwali) nomor 6 Tahun 2020 menyebutkan, untuk capaian target pajak hotel sebesar Rp. 6.820.587.493.33, pajak restoran Rp. 12.362.223.869.33 dan pajak hiburan Rp. 2.121.408.850.67.

Namun dilakukan penyesuaian, target pajak hotel turun menjadi sebesar Rp 5.328.054.628.00, pajak restoran Rp 9.170.678.423.00 dan pajak hiburan menjadi sebesar Rp 1.024.105.160.00.

“Penurunan ketiga pajak tersebut bukan tanpa sebab, namun melihat ketiga tempat tersebut terkena dampak yang cukup besar, terutama pada akomodasi perhotelan dan tempat hiburan. Maka dari itu, kami turunkan target pajaknya,” ucapnya Kepada Kalteng Pos, Rabu (12/8).

Dikatakannya, tiga target pajak tersebut juga memberikan dampak langsung pada target murni pendapatan pajak daerah Tahun 2020. Pada pajak hotel mengalami penurunan 51,56 persen dari total target murni.

Sedangkan pajak restoran mengalami penurunan 35 persen dan pajak hiburan sebesar 68 persen dari total target murni Tahun 2020.

Namun, pihaknya juga menaikan tiga jenis pajak, yaitu pajak Penerangan Jalan Umum (PJU), pajak mineral bukan logam dan batuan serta pajak perolehan hak atas tanah dan bangunan (HTB).

Lanjut dia, pajak PJU memiliki target murni sebesar Rp. 33.977.000.000.00 mengalami kenaikan sekitar 2,95 persen menjadi Rp. 35.000.000.000.00. Sementara pajak mineral bukan logam dan batuan memiliki target murni Rp. 1.845.000.000.00, naik sekitar 2,25 persen menjadi Rp. 2.260.531.760.00.

Sambungya, untuk pajak perolehan hak atas tanah dan bangunan memiliki target murni sebesar Rp. 21.200.000.000.00, naik sekitar 9,43 persen menjadi Rp. 24.200.000.000.00. “Ketiga jenis pajak tersebut kami naikan sesuai dengan hasil analisa di lapangan,” pungkasnya. 

12

Editor :Iha
Reporter : ahm/kpg/kpc