ATLETICO Madrid kini sudah siap bertanding. Persoalan protokoler kesehatan juga sudah selesai.  Tim dari ibu kota Spanyol itu sudah mengungkapkan bahwa tidak ada pemain lain yang terjangkit virus corona selain dari dua pemain yang mereka umumkan pada hari Minggu, Angel Correa dan Sime Vrsaljko.

Klub Spanyol itu kemudian melakukan tes virus korona lagi setelah Correa dan Vrsaljko sama-sama tertular virus. Hasilnya hasil negatif. Atletico Madrid juga menjelaskan bahwa keluarga Correa dan Vrsaljko dites. Hasilnya juga negatif.

Atletico Madrid akhirnya diperbolehkan terbang ke Lisbon Portugal pada Rabu malam untuk menghadapi RB Leipzig di partai delapan besar Liga Champions. Kedua yang sama-sama menempati urutan tiga di liga masing-masing ini bertarung pada pukul 02.00 Jumat dini hari nanti di Stadion Jose Alvalde.

Menurut Atletico, kedua pemainnya itu memang tidak menunjukkan gejala tetapi akan diisolasi di rumah sampai aman sebelum siap kembali. Sementara itu, 21 pemain Atletico plus pemain muda akademi Alex Dos Santos, Manu Sánchez, Riquelme,  dan Toni Moya sudah bergabung dengan Simeone dan staf kepelatihannya di Lisbon Portugal.

Hilangnya striker Correa merupakan pukulan signifikan bagi peluang Atletico untuk melaju ke tahap akhir. Artinya, opsi lini depan menjelang pertandingan delapan besar melawan RB Leipzig sedikit berkurang. Striker Argentina itu telah mencetak tujuh gol untuk skuad Simeone musim ini, tetapi klub tersebut memiliki pemain seperti Diego Costa, Joao Felix, dan Alvaro Morata.

Manajer RB Leipzig Julian Nagelsmann nampaknya harus benar-benar putar otak. Karena, Atletico Madrid sudah kebal dengan pola menyerang. Di La Liga tim ini sudah mendapatkan musuh yang lebih agresif dari tim mana pun di dunia, Barcelona dan Real Madrid. Karena itu, kalau sekadar menyerang membabi buta, tentu Leipzig jadi makanan empuk buat Atletico. Artinya, Leipzig butuh strategi lain yang bisa mengelabui Simone.

Gaya bermain Atletico yang menunggu diserang tentu akan membuat Nagelsmann sebal. ‘’Kami akan bermain tanpa beban. Lolos ke perempat final saja sudah merupakan prestasi luar biasa. Pendek kata, kami akan bermain dengan cara kami sendiri. Soal hasil biarlah semua pemain saya yang menentukan di lapangan,’’ ucap Nagelsmann seperti dikutip Kicker,Rabu (12/8).

Nagelsmann adalah manajer termuda dalam sejarah Bundesliga ketika dia memimpin Hoffenheim pada 2016 pada usia 28. Ia mengundang decak kagum di seluruh Eropa ketika dia mengamankan kualifikasi Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Pria Jerman itu ditunjuk sebagai bos RB Leipzig pada Juni 2019. Ia memimpin klub tersebut finis di urutan ketiga di musim pertamanya sebagai pelatih. Pada 2018, ia nyaris saja bergabung dengan Real Madrid ketika Zinedine Zidane mundur sebagai pelatih usai memenangkan Liga Champions. Tapi Nigelmanns tahu diri. Ia merasa belum saatnya menangani klub ‘’luar angkasa’’ sekelas Madrid.

“Saya mendapat panggilan telepon, tetapi pada akhirnya yang memutuskan adalah saya. Saya yakin itu bukan langkah yang tepat untuk pergi ke Real Madrid. Saya adalah salah satu kandidat dan daftarnya tidak terlalu panjang. Bagi saya, itu penting. Saya mengobrol baik dengan Jose Angel Sanchez dan kami memutuskan bahwa itu bukan langkah yang tepat saat itu,’’ ucapnya.

Menurut Nagelsmann, untuk menghadapi tim sekelas Atletico Madrid di Lisbon, maka jalan satu-satunya adalah membuat blok yang sangat solid dan efisien di sepertiga akhir lini. ‘’Kami harus cerdas, kreatif,  dan memegang kendali,’’ katanya.

Atletico adalah pemain kelas berat di sepakbola Eropa, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Diego Simeone telah melakukan pekerjaan yang bagus dengan banyak kemenangan. ‘Saya ingin format normal karena kami semua merindukan fans, itu jelas. Tapi saya pikir itu sedikit lebih mudah bagi kami untuk bermain dalam satu pertandingan daripada dalam perjalanan pulang pergi karena mereka memiliki lebih banyak pengalaman dalam hal mengelola leg kedua.

 

12

Editor :indopos/jpg
Reporter :