ILUSTRASI/NET


PALANGKA RAYA-Tersebarnya video Rudi yuang sedang beronani di depan Apotek Laluna, Jalan Seth Adji disayangkan oleh beberapa pihak. Harusnya, video yang mengandung unsur dewasa itu tak disebar ke khalayak umum, apalagi di media sosial.

Di satu sisi alasan utama sebagai efek jera, namun, di satu sisi, bisa menjadi boomerang bagi perekam dan penyebar video tersebut.

Praktisi Hukum, Parlin Hutabarat menyebut setiap orang yang ikut menyebarkan video yang mengandung unsur pornografi  dapat dijerat dengan Undang-Undang (UU) Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

 “Bila kita berbicara mengenai Undang-Undang ITE maka kita berbicara orang yang menyebarkan dan mendistribusikan video atau rekaman yang mengandung unsur pornografi atau kesusilaan,” kata Parlin, kemarin (11/8).

Parlin berpendapat dalam kasus onani itu, si pembuat rekaman video yang kemudian menyebarkan rekaman video yang dibuatnya kepada orang lain yang  selanjutnya menyebarkan lagi  video tersebut, maka semuanya dapat dijerat UU ITE.

“ Yang merekam pertama kemudian menyebarkan video rekaman  tersebut maka otomatis dia kena pasal ITE, kemudian rekaman dari si perekam ini kemudian dibagikan lagi maka orang orang yang membagikan tersebut bisa  kena juga pasal ITE juga,“ tegas pengacara yang bekerja di kantor  Advokat Pakpahan-Hutabarat ini.

Jadi, intinya siapa saja yang dengan sengaja  menyebarkan video konten berisi perbuatan asusila entah melalui media sosial Facebook (FB) ataupun melalui WhatsApp, bisa dijerat UU tersebut.

Sekarang ini, polisi dapat mengusut pelaku penyebaran video tersebut. Polisi dapat mengusut dari jejak elektronik seorang baik di media sosial FB atau WA.

Sedangkan untuk pelaku sendiri, Parlin berpendapat  bila orang tidak mengetahui ataupun menyetujui perbuatannya direkam maka dia hanya dijerat pasal di dalam UU-RI Nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi. Begitu juga dengan orang yang merekam video tersebut.

Tetapi apabila kemudian si pelaku diketahui menyetujui perbuatannya tersebut direkam, maka ia sendiri dapat dijerat juga dengan Pasal ITE itu sendiri selain UU Pornografi itu sendiri.

Diberitakan sebelumnya, Rudi, dijemput dirumahnya Jalan Mendawai Lurus.  Bapak dua anak itu mempertontonkan kemaluannya di depan umum. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (9/8) siang. Pria berusia 33 tahun ini melakukannya di depan Apotek Laluna, Jalan Seth Adji.

Akibatnya, hari itu ramai beredar di media sosial yang menampilkan seorang pria sedang duduk di atas sepeda motornya sambil memainkan alat kelaminnya dengan sesekali melirik ke dalam apotek.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan, jadi untuk tersangka Rudi, dia diamankan karena mempertontonkan kemaluannya ditempat umum sehingga sempat direkam dan akhirnya menjadi viral.

12

Editor :dar
Reporter : sja/ram