AN, pelaku pembacokan saat digiring petugas untuk diberangkatkan ke RSJ Kalawa Atei guna dilakukan pemeriksaan kejiwaan, Selasa (11/8). (AINUR ROFIQ/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA-Untuk memastikan kondisi kejiwaan AN, pembacok dosen dan mahasiswi itu, penyidik Satreskrim Polresta Palangka Raya membawa pemuda 20 tahun itu ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei. Hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan, namun akan dipastikan terlebih dahulu oleh dokter ahli kejiwaan. Hal itu disampaikan Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, kemarin (11/8).

"Pelaku pembacokan ini saat diinterograsi cukup baik menjawab semua pertanyaan dengan normal, nanti akan kami dalami lagi kasusnya karena dari penuturan pelaku dia ada mengalami bisikan-bisikan yang aneh,"katanya.

Pihaknya belum menentukan langkah-langkah hukum. Masih memastikan dulu kondisi kejiawaan yang bersangkutan. "Apabila pelaku kondisi kejiwaannya nanti baik-baik saja, maka akan dikenakan Pasal 351 tentang Penganiayaan,"ujarnya.

Hana (46), ibu dari pelaku menuturkan bahwa dirinya pada saat kejadian tidak ada di rumah, karena saat itu sedang membersihkan kebun.

"Sejak 2019 anak saya pernah di rawat di RSJ, dan sekarang statusnya masih dalam rawat jalan," terangnya kepada awak media saat ditemui di Mapolresta Palangka Raya sebelum ikut ke RSJ untuk memeriksa kondisi kejiwaan anaknya.

Selain itu, dirinya mengaku bahwa anaknya sampai saat ini masih rutin melakukan pemeriksaan dengan dokter jiwa yang menanganinya, bahkan selama ini anaknya tidak pernah melakukan penganiayaan.

Dirinya merasa sedih dan sakit hati saat mengetahui anaknya melakukan penganiayaan terhadap seorang dosen dan mahasiswi UPR, padahal dirinya juga bekerja di kampus tersebut sebagai cleaning servis.

"Saya terkejut setelah menerima kabar kalau anak saya melakukan pembacokan, sedih dan sakit hati," ungkapnya dengan raut wajah yang sedih meskipun sedikit tertutupi oleh masker yang digunakannya.

1

Editor :dar
Reporter : oiq/ram