Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wikan Sakarinto saat berkunjung ke SMK 27 Jakarta. (Foto: Asmanu/Ngopibareng.id)


JAKARTA, KALTENGPOS.CO - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wikan Sakarinto mengatakan, SMK diolehkan melakukan pelajaran praktek meskipun pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir. Tetapi dengan syarat harus tetap menjelankan protokol kesehatan/Covid-19.

"Untuk teori harus dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) sedang untuk praktik boleh dilakukan dengan tatap muka," ujar Wikan saat berkunjung ke SMK Negeri 27 Jakarta, Selasa (11/8).

Beberapa waktu lalu Kemendikbud menerbitkan penyesuaian atas Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang mengatur pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan. Dalam aturan tersebut, Kemendikbud membolehkan pembelajaran tatap muka di sekolah yang berada di zona hijau dan kuning.

Sebagai bentuk persiapan, saat ini pemerintah daerah melalui dinas pendidikan tengah melakukan asesmen untuk memetakan tingkat kesiapan sekolah sebelum pembelajaran tatap muka dibuka.

"Selain penyesuaian SKB dan penyederhanaan kurikulum juga diberlakukan oleh Kemendikbud untuk memberikan kemudahan bagi guru-guru agar tidak perlu menuntaskan kurikulum dan tidak membebani siswa dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Realisasinya di lapangan diserahkan kepada SMK dengan tetap berkoordinasi dengan satuan gugus tugas setempat dan dinas pendidikan," kata Wikan.

Satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam melaksanakan pembelajaran dapat tetap mengacu pada kurikulum nasional, menggunakan kurikulum darurat, melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri. Semua jenjang pendidikan pada kondisi khusus dapat memilih satu dari tiga kurikulum tersebut.

1

Editor : nto
Reporter : ngopibareng/kpc