Ilustrasi ibu menyusui. (Healthline)


Setelah melahirkan, para ibu harus beradaptasi dengan kebiasaan baru dalam merawat sang buah hati. Terutama bagi perempuan yang baru pertama kali memiliki anak. Salah satu kebiasaan baru yang harus dilakukan adalah menyusui.

Dalam rangka Pekan Menyusui Sedunia yang berlangsung dari tanggal 1-7 Agustus 2020, para ibu diingatkan kembali untuk tetap berusaha memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif. Tapi memang, ada beberapa ibu yang memiliki kekhawatiran saat mulai menyusui. Seperti kurangnya kepercayaan diri terhadap produksi ASI yang mencukupi bagi buah hati.

Tantangan lainnya adalah masa pandemi Covid-19 menurunkan aktivitas Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Seperti kunjungan ibu hamil dibatasi. Sehingga layanan konseling laktasi sebelum melahirkan yang merupakan salah satu kunci keberhasilan menyusui juga terhambat.

Diakui dr. Fenny Yunita, M.Si., Ph.D selaku Konselor Laktasi, Dosen & Peneliti Bahan Alam, dan Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI) & Perkumpulan Profesi Kesehatan Tradisional Komplementer Indonesia (PPKESTRAKI), kekhawatiran tersebut tak jarang membuat para ibu terjebak dengan memberikan makanan pada bayi selain ASI. Padahal, para ibu bisa memilih menggunakan laktagogue untuk meningkatkan produksi ASI.

Laktagogue sendiri merupakan makanan atau minuman yang diproses secara tradisional maupun kimiawi, yang dipercaya bisa meningkatkan produksi ASI. Terlebih di Indonesia, ungkap dr. Fenny, sejak dulu, masyarakat di berbagai daerah memiliki cara tersendiri untuk meningkatkan produksi ASI dengan bahan alami.

“Ada beberapa bahan alam yang lazim digunakan, misalnya daun katuk, daun torbangun (bangun-bangun), daun kelor, klabet, kacang-kacangan, dan lainnya,” ujar dr. Fenny beberapa waktu lalu.

Bahkan, beberapa di antaranya telah diteliti dan terbukti meningkatkan kadar prolaktin, oksitosin, maupun volume ASI. Termasuk bisa memengaruhi peningkatan berat badan bayi.

Namun, disamping mengosumsi bahan alam untuk memperbanyak ASI, ada cara lain yang bisa dilakukan para ibu menyusui. Antara lain dengan akupunktur ataupun pijat laktasi.

Keduanya dikatakan terbukti efektif meningkatkan produksi ASI. Namun dari semua itu, kunci peningkatan produksi ASI adalah seringnya para ibu menyusui dan memerah.

Bahan Alam yang Diteliti sebagai ASI Booster

Bicara tentang manfaat bahan alam sebagai ASI Booster, Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) PT Dexa Medica Dr. Raymond Tjandrawinata mengemukakan, pihaknya telah meneliti biodiversitas alam Indonesia untuk dijadikan obat-obatan. Salah satunya mengenbangkan manfaat daun katuk, daun torbangun, dan ikan gabus untuk meningkatkan produksi ASI.

Ketiga bahan baku alam tersebut diproses dengan teknologi AFT atau Advanced Fractionation Technology, yang memiliki aktivitas biologis dan memiliki kemurnian tinggi. Sehingga menghasilkan fraksi bioaktif Galatanol, yakni fraksi bioaktif kombinasi dari daun katuk dan daun torbangun.

“Ini telah terbukti memiliki efek untuk merangsang produksi ASI,” ujar Dr. Raymond

12

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc