Jembatan Sei Kahat mengalami kerusakan dan harus membuat warga yang ingin melintas mesti lebih berhati-hati.


KUALA KURUN, KALTENGPOS.CO – Jembatan Sei Kahat rusak. Lokasinya membentang di Sungai Kahat. Tepatnya lagi di Jalan Sangkurun, Kelurahan Kuala Kurun, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Pengendara kendaraan bermotor roda dua dan empat kesulitan lewat.

Sekarang ini, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten sudah mulai memperbaiki kerusakan lantainya dan memasang rambu agar pengendara kendaraan bermotor berhati-hati. Renovasi ini bersifat sementara untuk memberikan rasa aman pada warga yang melintas.

”Perbaikan jembatan itu sudah seharusnya dilakukan, karena tingkat kerusakan cukup berat. Ini demi kepentingan dan kenyamanan masyarakat. Jika tidak segera diperbaiki, kami khawatir makin banyak pengguna jalan mengalami kecelakaan,” ucap anggota (DPRD, Iceu Purnamasari, Rabu (5/8).

Legislator dari Daerah Pemilihan I (Kecamatan Kurun, Mihing Raya, dan Sepang) ini menuturkan, pembangunan Jembatan Sei Kahat menelan dana Rp4 miliar lebih. Saat ini, sudah dianggarkan sebesar Rp2 miliar dari APBD 2020. Sisanya kembali dianggarkan pada 2021.

”Kalau dari laporan DPU, dana Rp 2 miliar pada 2020 difokuskan pada pengadaan dengan menyiapkan material jembatan. Selanjutnya pada 2021, akan mulai dilakukan pengerjaan pembangunan jembatan tersebut,” ujarnya.

Politikus Golkar ini mengimbau, masyarakat tetap bersabar, sembari menunggu pelaksanaan pembangunan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Kuala Kurun dengan Tampang Tumbang Anjir itu rampung. ”Kami minta pengendara roda dua yang melintas berhati-hati. Utamakan keselamatan,” pungkasnya.

1

Editor : nto
Reporter : okt/top