Budi Sulistyo


PANGKALAN BUN- Setelah mengajukan gugatan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kobar, Polda Kalteng serta Kementrian Keuangan keempat Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menerima kenyataan pahit. Pasalnya secara resmi Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menolak permohonan gugatan yang meminta ganti rugi mencapai Rp7.746.000.000.

Kajari Kobar Dandeni Herdiana melalui Kasi Perdata dan TUN Budi Sulistyo, SH mengatakan, bahwa apa yang menjadi tuntutan keempat ASN dinyatakan ditolak. Keempat ASN ini sendiri diantaranya Akhmad Yadi, Rosihan Pribadi, Lukmasnyah dan Muhammad Firmansyah Permana pegawai PTSP Kobar selaku ahli waris dari Milla Karmila.

Putusan pengadilan sendiri menyampaikan bahwa apa yang menjadi tuntutan dan gugatan mereka di Pengadilan tidak terbukti.

"Setelah mereka melakukan upaya gugatan di pengadilan ternyata ditolak dan itu hasil yang disampaikan oleh PN Kobar. Mereka melakukan karena dianggap ketiga institusi ini khususnya kejaksaan Kobar menyalahi aturan,"katanya.

Ia menambahkan, gugatannya sendiri dilakukan atas dasar bahwasannya mereka dinyatakan tidak terbukti bersalah atas kasus penggelapan aset. Sehingga dibebaskan dan merasa tidak bersalah dan ada prosedur yang disalahi. Untuk itu keempat ASN mengajukan gugatan tersebut. Meskipun ditolak mereka masih melakukan upaya banding dan apa yang akan disampaikan pihaknya masih menunggu.

"Kami belum bisa menyampaikan terkait apa hasil banding yang akan dilakukan, karena sampai saat ini belum menerima memori bandingnya," pungkasnya.

1

Editor :dar
Reporter : son/ala