ILUSTRASI/NET


NANGA BULIK-Satreskrim Polres Lamandau menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan pasangan suami istri (pasutri) berinisial ABM dan VSM. Dua buruh perusahaan perkebunan kelapa sawit di Desa Melata, Kecamatan Menthobi Raya, Kabupaten Lamandau tersebut tewas mengenaskan.

Ada 13 adegan rekonstruksi yang dilakukan langsung oleh sembilan orang tersangka. Yakni DG, YM, AT, AL, MS, SM, AJ, MD, dan SB. Mereka melakukan pembunuhan karena geram atas ulah ABM yang sudah menghilangkan nyawa sang istri dengan melukai bagian leher usai cekcok.

“Jadi dalam kasus ini ada dua kasus. Pertama, suami membunuh istrinya. Yang kedua, suaminya dikeroyok oleh sembilan orang yang merupakan keluarga dari istri dan tetangga yang tinggal di sekitar mes,” kata Kapolres Lamandau AKBP Titis Bangun HP melalui Kasatreskrim Polres Lamandau Iptu Far'ul Usaedi di lokasi rekonstruksi.

Saat pasutri itu cekcok, terdengar oleh saudara kandung VSM yang tinggal berdampingan. Anggota keluarga lain juga mendengar. Lalu mereka mencoba mendatangi sumber suara pertengkaran itu. Akan tetapi, saat itu ABM mengancam istrinya dengan parang.

Tak lama kemudian terjadilah pembunuhan oleh ABM atas istrinya. Keluarga mengetahui itu setelah melihat darah segar mengalir dari sela-sela rumah panggung dari kayu itu. Usai membunuh istrinya, ABM berusaha membakar bangunan dengan cara membuka slang gas elpiji.

Pihak keluarga VSM pun naik pitam. Mereka berupaya memancing ABM keluar dari dalam rumah. Para tersangka melempari batu ke arah ABM. Akhirnya salah satu batu mengenai ABM hingga membuatnya tersungkur.

“Setelah jatuh, terjadilah pengeroyokan itu. Bagian dada ABM disabet parang dan lehernya digorok,” jelasnya.

1

Editor :dar
Reporter : lan/ram