Kokom, tampak dari layar kaca dalam sidang yang digelar secara daring. (AGUS JAYA/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA-Siti Komariah alias Kokom, terdakwa kasus peredaran narkoba jenis sabu di Jalan Rindang Banua, Kompleks  Ponton, Palangka Raya dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) sembilan tahun penjara.

Perbuatan Kokom yang menyimpan  11 paket sabu  siap edar dengan berat 58,2 gram dianggap oleh JPU dari Kejati Kalteng Siti Mutosi’ah  melanggar Pasal 114 Undang-Undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009.

“Menuntut agar majelis hakim menghukum terdakwa Kokom dengan hukuman penjara selama sembilan tahun dikurangi masa dalam tahanan,” kata Siti  dalam sidang yang dilakukan secara daring dan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Alfon.

Selain menuntut dengan pidana penjara selama sembilan tahun, Kokom juga dituntut oleh JPU untuk membayar pidana denda sebesar Rp1 milyar.

JPU juga meminta agar majelis hakim dalam putusannya menyatakan merampas uang yang ditemukan di dalam brankas sebesar Rp29,6  juta yang diduga hasil dari penjualan narkoba, dan satu buah handphone merk iPhone X warna hitam untuk dirampas untuk negara.

Kokom, istri dari Saleh, terdakwa kepemilikan senjata api ini mengikuti jalannya sidang pembacaan tuntutan dari ruangan tahanan Mapolda Kalteng  tampak sempat terkejut dengan tuntutan JPU tersebut.

Saat menyampaikan pembelaan secara lisan, dengan wajah yang terlihat murung dan memelas, Kokom memohon agar majelis hakim bisa menjatuhkan hukuman seringan ringannya bagi dirinya.

Adapun alasan Kokom dikarenakan  saat ini dirinya mempunyai tanggung jawab  tulang punggung keluarga serta mempunyai tanggung jawab sebagai seorang ibu.

Mohon majelis hakim bisa memberikan hukuman yang seringan ringannya karena saya masih memiliki anak yang masih kecil,“ kata Kokom kepada hakim Alfon.Berapa umurnya anaknya?” tanya Alfon kepada terdakwa.

18 bulan yang mulia,” jawab Kokom yang pada saat pembacaan tuntutan tersebut tidak didampingi pengacaranya Ifik Harianto.

Ya, kalau begitu jangan diulangi lagi ya,” kata Alfon kepada Kokom yang disambut dengan anggukan dan ungkapan penyesalan dari terdakwa peredaran sabu ini.

Rencananya  putusan dari majelis hakim dalam kasus peredaran narkoba ini akan dibacakan majelis pada hari Senin ( 10/8 ) pekan depan.

Diketahui Kokom sendiri ditangkap saat operasi gabungan dari Ditresnarkoba Polda Kalteng yang di bantu satuan lainnya pada hari Kamis (5/3) di rumahnya Kompleks Ponton.

Saat penggeledahan oleh petugas, ditemukan 11 paket narkoba jenis sabu siap edar yang disimpan di dalam brankas warna hitam.

Berdasarkan pengakuannya di persidangan,Kokom memperoleh narkoba dengan cara memesan dari seseorang yang dipanggilnya dengan panggilan Bos Banjar pada bulan Februari 2020.

Dari bos Banjar ini, kokom membeli  sabu sebanyak 20 paket dengan total berat 100 gram seharga Rp 85 juta. Menurut pengakuan Kokom di persidangan,paket narkoba tersebut sempat dijual sebanyak sembilan paket dengan harga Rp7,5 juta per paketnya.

12

Editor :dar
Reporter : sja/ram