Ilustrasi pendekatan seorang pria terhadap perempuan yang bersikap jinak-jinak merpati alias pura-pura sulit untuk didapatkan. (imgflip)


Dalam hubungan asmara, setiap orang memiliki tingkat kesulitannya masing-masing untuk bisa ditaklukan. Ada juga yang memegang prinsip ‘jinak-jinak merpati’ alias berpura-pura sulit didekati dan didapatkan hatinya.

Niatnya, ingin menguji keseriusan hati calon pasangan. Tapi, apakah sikap jinak-jinak merpati bisa menjamin bahwa si dia tetap akan bertahan mengejar atau jangan-jangan malah menyerah?

Sebuah studi baru-baru ini dalam Journal of Personality and Individual Differences menemukan, tidak mengejutkan, bahwa pria lebih mungkin untuk mengejar perempuan. Tapi bagi perempuan saat berprinsip ‘sulit untuk didapatkan’ akan menjadi strategi yang buruk.

Jika Anda sengaja menghindar, justru bisa membuatnya kelelahan. Berikut adalah 3 cara untuk berhenti bermain seperti itu dan mulailah bertindak seperti orang dewasa yang matang seperti diungkapkan oleh Pakar Hubungan Holly Shaftel, seperti dilansir dari YourTango, Selasa (4/8).

1. Mulailah dengan batasan sehat

Mulailah menetapkan batas-batas yang sehat untuk diri Anda sendiri, seperti memutuskan untuk berkencan dengan orang yang secara emosional bisa memperlakukan Anda dengan baik. Seseorang yang bisa membuat Anda nyaman.

Dengan begitu, Anda dapat menyaring orang yang mungkin tidak memiliki kompatibilitas jangka panjang. Katakan saja tidak, jika memang dia tidak membuat Anda nyaman.

2. Lebih realistis

Cinta sejati tidak harus berupa dongeng. Jangan menghindar atau berpura-pura mau atau tidak. Jika suka, katakan iya. Jika tidak, maka Anda dapat menghemat banyak waktu dan rasa sakit hanya dengan mengatakan kepadanya bahwa Anda tidak tertarik.

3. Tunjukkan rasa secara otentik

Jika memang tak sesuai pilihan hati, Anda memiliki kekuatan dan hak untuk menemukan seseorang yang lebih baik. Hubungan adalah maraton, bukan lari cepat.

Jangan menggantungkan harapan orang lain. Setiap orang berhak dapat kesempatan dan perlakuan yang lebih baik.

12

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc