PALANGKA RAYA–Partai NasDem sepertinya sedang dilema menentukan jagoan yang akan diusung pada pilkada serentak tahun ini. Meski belum mampu mengusung calon sendiri, namun partai besutan Surya Paloh ini memiliki kekuatan dan kader yang sangat militant dalam memenangkan jagonnya, sehingga perahu partai politik (parpol) pemilik lima kursi di DPRD Kalteng ini menjadi rebutan baik kader sendiri maupun nonkader yang berharap bisa diusung NasDem. Lantas, siapa kira-kira bakal calon gubernur maupun wakil yang mendapat rekomendasi?

Sebulan menjelang masa pendaftaran peserta Pilgub Kalteng. Dua kader NasDem Ben Brahim S Bahat dan Ujang Iskandar yang menyatakan akan berpasangan sangat optimistis NasDem menjadi salah satu perahu yang akan mengantarkan mereka berkontestasi.

Namun, informasi yang beredar, pengurus NasDem lebih condong mengusun calon dari nonkader. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kalteng Hj Faridawaty Darland Atjeh pun tidak membantah hal itu, srikandi DPRD Kalteng ini mengakui, pihaknya ada berkomunikasi dengan petahana Sugianto Sabran, Ustaz HM Al Ghifari dan Leonard S Ampung.

“Insyaallah dalam dua minggu awal Agustus ini atau sebelum pertengahan bulan sudah akan diproses dan B1.KWK kami harapkan nanti akan dapat diserahkan langsung oleh DPP dalam hal ini Waketum kami Bapak H.Ahmad Ali atau Ketua Bappilu Partai NasDem Prananda Surya Paloh atau dapat juga oleh Koordinator Kalimantan DPP Partai NasDem Bapak H.Syarief Al Kaderi,” ujar Faridwaty saat dibincangi Kalteng Pos (Grup Kaltengpos.co), kemarin (3/8).

Untuk surat rekomendasi sendiri, lanjut Faridawaty, surat tugas atau rekomendasi sementara dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sudah keluar.Namun pihaknya belum bisa mengumumkan secara terbuka rekomendasi tersebut, karena belum masuk dalam tahapan final berupa B1.KWK untuk pasangan calon (Paslon) cagub dan cawagub meski nama-nama calon sudah ada.

Dikatakan Faridawaty, Partai Nasdem hanya memiliki lima kursi jadi harus lebih banyak menjalin komunikasi yang intensif dulu dengan partai politik lain atau para paslon yang akan maju. Yaitu mencari parpol yang memungkinkan untuk bisa diajak berkoalisi.

“Keputusan kemana B1.KWK itu nanti diberikan adalah kewenangan mutlak oleh DPP Partai NasDem, dalam hal ini Ketua Umum Partai NasDem Bapak Surya Paloh. Tugas kami DPW NasDem Kalteng hanya menyampaikan hasil penjaringan dan hasil survei berkalanya,”jelas Wakil Ketua DPRD Kalteng ini.

Tentu saja sebagai partai yang juga masuk unsur pimpinan di DPRD provinsi sambungnya, tambahnya, pihaknya mengharapkan akan ada kader atau yang dikaderkan untuk diusung dalam  pilkada 2020 nanti.Kemudian, beriringan dengan proses kata Hj Faridawaty kembali menjelaskan, kader Partai NasDem tidak boleh terpecah dalam memberi dukungan.

“Karena kami Wajib taat dan menjalankan perjuangan untuk memenangkan paslon yang akan diusung sesuai perintah DPP sesuai tertuang dalam B1.KWK nanti.Tidak ada istilah sebagian ke A dan sebagian ke B atau lainnya, harus satu komando dan satu suara. Kemudian jika terdapat Kader yang melanggar akan mendapatkan sanksi tegas dari partai,” pungkasnya. 

1

Editor :dar
Reporter : pra/nue/ala