Wakil Wali Kota Palangka Raya Hj Umi Mastikah (berhijab putih) saat melakukan patroli ke Jalan Tjilik Riwut Km 12, Rabu (29/7) lalu.( HUMAS WWKP UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA – Wakil Wali Kota Palangka Raya Hj Umi Mastikah bersama Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Norhaini dan Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota M Hasan Busyairi melakukan patroli dan pengawasan protokol kesehatan di daerah tempat hiburan malam pada Rabu malam (29/7) lalu. Pada malam tersebut Umi dan tim melakukan patrol di tiga tempat. Lokasi pertama di Zoom Pool and Bar. Kedua, di Platinum Biliard dan ketiga di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 12.

Umi menyampaikan, pengelola tempat usaha biliard diminta agar bisa menutup tempat usahanya sementara waktu sampai menunggu rekomendasi dan verifikasi dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota. Selain itu, pihaknya juga melakukan audiensi dan menjalin kesepakatan dengan asosiasi biliard terkait masalah dibukanya usaha tempat hiburan biliard dengan memberlakukan protokol kesehatan sesuai dengan perwali yang saat ini dalam tahap penyusunan.

“Mohon maaf ya kepada teman-teman pelaku usaha kami imbau untuk tutup dulu sementara waktu, sampai diadakannya audiensi dan adanya hasil audiensi tersebut menjadi poin penting dalam pembukaan kembali tempat hiburan biliard,” ucapnya.

Setelah melakukan patroli ke dua tempat hiburan malam Biliard Zoom Po and Bar dan Platinum Biliard, pihaknya kembali melanjutkan perjalanan menuju kawasan Tjilik Riwut Km 12 untuk melihat aktivitas di sana.

Ketika sampai di lokasi, umi bersama jajaran menemukan beberapa tempat usaha hiburan malam karaoke masih buka dan beroperasi di tempat tersebut. Umi dan tim langsung menegur pemilik usaha tersebut.

Menurutnya, tempat karaoke tersebut masih buka karena mengira jalan Tjilik Riwut KM 12 masih merupakan lokalisasi. “Pada akhir tahun lalu kan bapak Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin sudah membebaskan Jalan Tjilik Riwut KM 12 dari lokalisasi, sehingga saat ini lokasi tersebut sudah resmi menjadi lokasi pemukiman warga biasa,” ucap wanita yang gemar berolahraga zumba ini.

Dia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya tidak melarang pelaku usaha mendirikan usaha karaoke di Kota Cantik, namun pembukaan usaha karaoke tidak boleh di lokasi tersebut. Lokasi ini sudah menjadi daerah pemukiman sehingga dikhawatirkan menimbulkan keresahan warga bila berdiri di tengah pemukiman.

“Lokasi Jalan Tjilik Riwut KM 12 kan sudah berganti status dari lokalisasi menjadi permukiman. Agar tetap terjaga status tersebut kami bersama-sama melakukan pengawasan di lokasi yang menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya. 

1

Editor :iha
Reporter : ahm/uni/kpg/kpc