Sejumlah warga Pendahara, ketika melakukan pencarian terhadap Ungga Nusi yang dinyatakan hilang. (Foto: Warga Pendahara Untuk Kaltengpos.co)


KASONGAN, KALTENGPOS.CO - Entah apa yang terjadi. Untuk ketiga kalinya, warga Katingan hilang secara beruntun. Sebelumnya warga Desa Tumbang Habangoi, dan warga Desa Tewang Karangan dinyatakan hilang. Hingga kini juga masih belum diketahui keberadaannya.

Terbaru, seorang warga Kelurahan Pendahara Kecamatan Tewang Sangalang Garing, atas nama Ungga Nusi (75) pun dilaporkan hilang. Ungga Nusi, dilaporkan hilang sejak Rabu (8/7) lalu.

Anehnya, dari tiga kejadian orang hilang ini, rata-rata berusia lanjut.

Dari informasi yang didapat, sebelum hilang korban sempat meminum kopi di rumah keponakannya. Kepada keponakannya, Ungga Nusi sempat mengatakan ingin menuju ke seberang Kelurahan Pendahara untuk ke Sungai Pusa mencek lokasi tempat menambang puya (zirkon).

(BACA JUGA: Dua Warga Katingan Hilang Misterius, Tim SAR Lakukan Pencarian)

Namun usai pergi dari rumah keponakannya, Ungga Nusi tidak lagi diketahui keberadaannya, dan hingga kini tidak ada pulang ke rumah.

Karena Ungga Nusi tak kunjung pulang, pihak keluarga kemudian langsung melaporkannya ke Polsek Tewang Sangalang Garing pada 11 Juli 2020.

Pihak keluarga dibantu warga, telah mencoba melakukan upaya pencarian. Namun hasilnya masih nihil.

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah SH SIK MH ketika dikonfirmasi melalui Kapolsek Tewang Sangalang Garing, Iptu Arie membenarkan adanya kejadian orang hilang di Kelurahan Pendahara. "Ya laporan sudah kita terima, dan kita tindak lanjuti," ujar Kapolsek, Senin (13/7).

Pencarian ungkap Kapolsek, memang sedang dilakukan oleh pihaknya, bersama dengan warga. "Ya kita doakan agar bisa ketemu," tandasnya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Katingan Katingan menyatakan keprihatinan dengan hilangnya warga.

Bupati Katingan Sakariyas juga mengaku heran, warga yang hilang ini rata-rata sudah berusia lanjut. Sehingga ada dugaan warga yang dilaporkan hilang itu akibat lupa jalan pulang.

"Sebab dulu ada di desa saya itu tua juga, melakukan aktifitasnya seperti biasa. Jalan beberapa puluh meter, bisa lupa tempatnya pulang. Tapi ini hanya sebatas dugaan saja," ucapnya.

Dengan adanya kejadian ini, dia berharap kepada masyarakat yang memiliki orang tua, supaya menjaganya dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai dibiarkan sendiri. "Hal ini tentunya juga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan," katanya.

12

Editor : nto
Reporter : eri