ILUSTRASI. Baby Blues tak hanya dirasakan ibu usai melahirkan anak pertama, tetapi bisa juga saat melahirkan anak kedua, ketiga dan seterusnya. (Medical news Today)


Semangat dan dukungan harus diberikan kepada para ibu yang baru saja melahirkan di masa pandemi Covid-19 saat ini. Sebab mereka mengalami tekanan dan beban ganda kecemasan atas penyebaran virus yang tak kunjung selesai. Suami dan keluarga besar hingga sahabat adalah garda terdepan yang bisa membantu ibu.

Psikolog Kasandra Putranto menjelaskan Baby Blues adalah gangguan mood yang terjadi setelah melahirkan. Kondisi ini disebabkan karena lain ketidakseimbangan hormon, perubahan kehidupan yang drastis dengan kehadiran bayi dan berbagai pikiran negatif yang terkait dengan kewajiban sebagai ibu baru.

“Baby blues dibedakan dengan postpartum depression. Terutama dalam hal durasi dan kejadian,” katanya kepada JawaPos.com, Minggu (12/7).

Kasandra membenarkan pandemi memang memberikan tekanan yang cukup berat kepada siapa pun. Terutama pada ibu hamil yang mengalami gangguan cemas atau gangguan mood. Masa paling berat adalah 2 pekan pertama usai melahirkan.

“Baby blues biasanya pasti terjadi, terutama pada masa 2 minggu pertama. Yang penting adalah meminimalkan,” katanya.

Menurut Kasandra, Baby Blues tak hanya dirasakan ibu usai melahirkan anak pertama, tetapi bisa juga saat melahirkan anak kedua, ketiga dan seterusnya. Semuanya tergantung pada situasi dan kondisinya. Tapi yang jelas bisa terjadi pada ibu, yang memang punya kecenderungan kecemasan dan gangguan mood tentu akan lebih tinggi risikonya.

“Apalagi jika pada saat kelahiran anak pertama tidak dilakukan intervensi yang memadai,” jelasnya.

Dukungan suami, kata dia, adalah paling besar dan utama. Sehingga bisa membantu ibu baru meringankan bebannya

“Lalu harus menjaga nutrisi ibu, bergerak yang sesuai kondisi (kelahiran spontan atau Caesar), mengubah pola pikir,” jelasnya.

1 2

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc

You Might Also Like