Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya Wahid Yusuf saat menyerahkan cenderamata kepada Sekda Kabupaten Ogan Komering Ulu, Achmad Tarmizi di Aula Rujab Wali Kota, Rabu (8/7) malam. (DOK PRIBADI UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA- Saat ini, banyak masyarakat mengeluhkan besarnya biaya rapid test. Padahal, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Penetapan Harga Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Covid-19.

“Melalui surat edaran tersebut diharapkan dapat menjadi acuan kepastian setiap fasilitas kesehatan (Faskes) di Kota Palangka Raya dalam memberikan pelayanan rapid test kepada masyarakat. Artinya, penyedia rapid test kesehatan tingkat pertama maupun rujukan harus memperhatikan penetapan batas tertinggi dari Kemenkes tersebut, ” kata Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya Wahid Yusuf. kepada awak media, Minggu (12/7).


WAHID YUSUF



Politikus muda Partai Golkar itu meminta kepada seluruh pelayanan kesehatan di Kota Palangka Raya dapat memahami dan patuh atas SE Kemenkes tersebut. Apabila ditemukan penetapan biaya rapid test lebih mahal dari apa yang telah ditetapkan Kemenkes, ia berharap Instansi terkait dapat memberikan teguran tegas.

“Jika penyedia rapid test di Kota Palangka Rata masih tidak patuh atau membandrol tarif rapid test lebih mahal dari penetapan Kemenkes, saya minta agar diberi teguran oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota setempat,” tegasnya.

Untuk diketahui sambungnya, Kemenkes telah mengeluarkan SE tentang penetapan harga tertinggi pemeriksaan rapir test.  Dalam SE bernomor HK.02.02/I/2875/2020 Kemenkes menetapkan batas tertinggi pemeriksaan rapid test Antibodi sebesar 150 ribu.

Pasalnya menurut Wakil Rakyat asal Daerah Pemilihan (Dapil) III meliputi Kecamatan Pahandut dan Sebangau ini, kegunaan rapid test tersebut tidak hanya dibutuhkan oleh masyarakat, namun juga pemerintah dalam melakukan pengawasan dan pemetaan penanganan Covid-19.

“Jadi apabila ada keinginan masyarakat untuk melakukan rapid test harus disambut dengan baik. Selain itu saya juga berharap, rapid test tidak untuk dijadikan ajang bisnis akan tetapi justru harus diorientasikan pada penganganan Covid-19 serta pada nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya.

12

Editor :dar
Reporter : pra