Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat memimpin Rapat Pimpinan Muhammadiyah Tingkat Pusat. (Foto: Istimewa)


KALTENGPOS.CO - Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan menggelar Tanwir Muhammadiyah dan Aisyiyah secara daring (online) pada 19 Juli 2020. Hal itu diputuskan PP Muhammadiyah dalam Rapat Pimpinan Muhammadiyah Tingkat Pusat, Minggu (5/7).

Tanwir merupakan musyawarah tertinggi kedua setelah Muktamar, diselenggarakan untuk memutuskan hal-hal terkait organisasi yang perlu ditetapkan pada forum Tanwir. Termasuk wacana penundaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah pada tahun 2021 atau 2022.

“Tanwir nanti akan membicarakan waktu untuk penundaan Muktamar Muhammadiyah. Tadi ada beberapa usulan antara Juli 2021, November 2021, atau Juli 2022, nanti keputusannya ada di Tanwir,” jelas Agung Danarto, Sekretaris PP Muhammadiyah.

Selain membahas penundaan Muktamar, Tanwir yang akan digelar secara daring tersebut akan dilakukan konsolidasi organisasi secara total. "Terutama bagaimana Muhammadiyah turut serta dalam menanggulangi pandemi covid-19,” jelas Agung, dalam keterangan dikutip Senin (6/7).

Agung menegaskan, Muhammadiyah akan tetap konsisten untuk ikut mengawal dan mengatasi pandemi ini. “Bergerak dan berbuat nyata dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 ini telah menjadi konsentrasi Muhammadiyah sejak awal,” kata Agung, seperti dilansir situs muhammadiyah.or.id.

Selain itu, dalam Tanwir juga akan dibahas program-program kerja Muhammadiyah, karena berkaitan dengan perpanjangan masa periode.

“Terkait dengan perpanjangan masa periode kepengurusan, maka sangat penting untuk dibahas terkait program kerja Muhammadiyah, khususnya di tengah pandemi ini,” tutup Agung.

PP Muhammadiyah dalam Rapat Pimpinan Muhammadiyah Tingkat Pusat, Minggu (5/7). Hadir dalam rapat tersebut jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Majelis, Lembaga, Biro PP Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se Indonesia, Pimpinan Pusat Aisyiyah, Pimpinan Ortom Tingkat Pusat, dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah se Indonesia.

Tanwir yang merupakan musyawarah tertinggi kedua setelah Muktamar ini diselenggarakan karena ingin memutuskan hal-hal terkait organisasi yang perlu ditetapkan pada forum Tanwir, termasuk wacana penundaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah pada tahun 2021 atau 2022.

1 2

Editor : nto
Reporter : ngopibareng/kpc

You Might Also Like