Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dra Rinie


SAMPIT- Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dra Rinie mendukung upaya pemerintah daerah maupun pihak lainnya dalam pencegahan dan pemetaan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Upaya pencegahan memang perlu dilakukan. Tentu akan lebih hemat biaya pencegahannya daripada penanganan. Belum lama ini kami juga bersama BPBD turun ke daerah untuk membantu sosialisasi, seperti ke Parenggean," kata Rinie, Kamis (2/7).

Menurut dia, 40 anggota dewan dari lima daerah pemilihan, berupaya semaksimal mungkin untuk membantu pemerintah daerah. Selain dalam hal dukungan pengalokasian anggaran, seluruh anggota DPRD juga berinisiatif mensosialisasikan bahaya dan pencegahan kebakaran lahan saat turun ke daerah pemilihan masing-masing.

"Kebakaran hutan dan lahan selalu menjadi ancaman setiap musim kemarau. Banyaknya sebaran tanah gambut membuat Kabupaten Kotim termasuk daerah yang sangat rawan kebakaran hutan dan lahan," ujar Rinie.

Politikus PDI Perjuangan ini juga menyebutkan, terkait bencana karhutla, lebih baik dilakukan upaya pencegahan terlebih dahulu, agar tidak bertambah parah ketimbang dilakukan penanganannya.

"Dampak kebakaran lahan sangat merugikan masyarakat luas karena mengganggu kesehatan, ekonomi, pendidikan dan sosial. Untuk itulah kebakaran hutan dan lahan harus dicegah sejak dini," tegasnya.

Rinie juga menyebutkan, tanah gambut tebal menjadi kering sehingga sangat mudah terbakar. Padahal ketika gambut sudah terbakar, pemadamannya sangat sulit, karena api terus membakar ke dalam tanah, meski di permukaan tanah sudah terlihat padam. Sehingga pemadaman harus dilakukan secara berulang-ulang.

"Kami juga menggandeng pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa di daerah pemilihan masing-masing, dan kami juga menggugah kesadaran dan kepedulian untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan," harapnya.

 

1 2

Editor :hen
Reporter : bah/ens

You Might Also Like