Kapolsek Arsel AKP Whihelmus Helky ketika melakukan interogasi komplotan pembobol took bangunan, Senin (1/6). (SONY/KALTENG POS)


PANGKALAN BUN-Aksi pencurian material bangunan di Toko PT Putra Kahayan Abadi terbongkar. Pelakunya merupakan karyawannya sendiri yang mengaku beraksi sejak April 2020. Akibat kejadian ini, pemilik took bangunan yang berada di Jalan Malijo, Pangkalan Bun itu mengalami kerugian mencapai Rp180.000.000.

Delapan sekawan ini adalah Rudi Akbar, Guruh Sampurna, M Sandy Setyawan, Agus Saputra, Heru Supriyadi, Wahid, Rusdiansyah dan M Akbar. Mereka ini kesehariannya merupakan karyawan atau buruh bongkar muat di toko PT Putra Kahayan Abadi.

Pemilik took baru menyadari menjadi korban pencurian oleh komplotoan Rudi Cs ini sejak April lalu. Komplotoan ini diketahui mencuri aki, beberapa lembar seng serta keramik dan bahan bangunan lainnya. Barang curian dijual kepada para pemesannya yang memang selama ini tidak mengetahui bahwa yang dibeli hasil curian.

"Mereka menjualnya secara acak dan apabila ada yang memesan bahan bangunan, saat itu juga langsung beraksi. Hasilnya dibagi ada yang dapat Rp600 ribuh ingga Rp4 juta," ungkap Kapolsek Arsel AKP Whihelmus Helky, kemarin (1/6).

Hingga saat ini polisi masih melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengungkap jaringan spesialis pembobol took bangunan. Walaupun delapan orang sudah berhasil ditangkap dan ditahan, tetapi diduga masih ada kelompok lainnya.

“Para pelaku ini memang satu kelompok dan selama ini menjalankan aksinya dengan berbagai tugas. Salah satu tokoh atau otak pelakunya sendiri adalah Rudi yang mengatur strategi hingga penjualannya,”katanya.

1 2

Editor :dar
Reporter : son/ala

You Might Also Like