Jimmi WS Hutagalung


TAMIANG LAYANG – Pandemi Covid-19 juga berdampak pada penghasilan atau pendapatan RSUD Tamiang Layang di Kabupaten Barito Timur. Buktinya, sejak dua bulan terakhir, penerimaan untuk pembiayaan fasilitas umum milik daerah itu turun drastis. Bahkan turun mencapai 75 persen.

Direktur RSUD Tamiang Layang, dr Jimmi WS Hutagalung mengatakan, turunnya pendapatan rumah sakit tersebut dirasakan sejak bulan April 2020. Sebab, menurut dia, pengunjung atau pasien berkurang selama dua bulan terakhir sejak merebaknya wabah virus corona di daerah ini.

"Pendapatan yang turun berpengaruh pada pembiayaan seperti pembelian obat maupun jasa pelayanan," ungkap Jimmi kepada Kalteng Pos, Jumat (29/5).

Menurut dia, saat waktu normal, sebelum masa pandemi Covid-19, rata-rata rumah sakit bisa menggenjot pendapatan mencapai Rp50-70 juta dalam sepekan. Tapi di masa pandemi saat ini, hanya berkisar Rp 5-Rp10 juta dalam sepekan.

Dijelaskannya, intensitas pasien berkurang dari normal. Karena masyarakat sepertinya ragu untuk berobat ke rumah sakit di tengah pandemic corona. Hal tersebut dianggap wajar, lantaran RSUD yang menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pihak rumah sakit memang tengah fokus dalam pelayanan pasien Covid-19 terkait isolasi pasien dalam pengawasan (PDP) maupun orang dalam pemantauan (ODP). Tetapi, sambung Jimmi, rumah sakit tetap tidak mengabaikan pelayanan pasien lain. Apalagi terhadap penanganan persalinan dalam maupun dari luar daerah. Semuanya akan tetap dilayani. 

1 2

Editor :dar
Reporter : log/ens

You Might Also Like