Petugas pos penjagaan di Jalan Menteng XII mengecek suhu tubuh warga yang ingin memasuki wilayah itu, Jumat (29/5). (PATHUR RAHMAN/KALTENG POS)


Wabah corona virus disease (Covid-19) di Kalteng belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Setiap hari selalu ada pasien yang dinyatakan positif. Warga Kota Cantik mendominasi. Kondisi ini menggerakkan sebagian warga untuk berbuat nyata menekan persebaran virus ini. Sebagaimana yang dilakukan oleh sekelompok warga di Jalan Menteng XII Palangka Raya.

 

PATHUR RAHMAN, Palangka Raya

 

GERAKAN warga di Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya patut diacungi jempol dan layak ditiru. Sekelompok masyakat yang tinggal di Jalan Menteng XII, RT 006, RW VIII kompak melakukan aksi nyata mendukung pemerintah menekan penularan Covid-19. Mereka bersama-sama membentengi wilayahnya, agar Covid-19 tidak menjangkit warganya.

Sekelompok warga membangun pos penjagaan secara swadaya. Gerakan ini berawal dari keprihatinan mereka terkait pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda di wilayah Kota Cantik ini. Apalagi orang nomor satu di Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, juga sempat terjangkit. Melihat hal ini, mereka tergerak hati untuk memperketat pengawasan lalu lintas orang di wilayahnya.

Ketua RT 006, RW VIII Dedi Indarto mengutarakan alasan pihaknya tergerak untuk memperketat pengawasan dan pengecekan suhu tubuh terhadap setiap orang yang ingin masuk ke Jalan Menteng XII.

“Pak Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin yang hidupnya bersih, terjaga, dan teratur saja bisa terpapar positif Covid-19, apalagi masyarakat biasa. Maka dari itu, kami bangun posko penjagaan,” ucap Dedi Indarto saat diwawancarai awak media, Jumat (29/5).

Dia mengungkapkan, rencana pembuatan pos pemantauan ini berawal dari obrolan grup WhatsApp. Direspons positif oleh warga sekitar. Alhasil, banyak yang menyatakan ingin bergabung menjadi relawan. Sebelum pembangunan posko itu direalisasikan, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan lurah, babinsa, dan babinkamtibmas. Jadilah sebuah posko yang difungsikan seperti saat ini.

“Dalam pembangunan posko ini, kami menggunakan dana swadaya, tidak minta-minta ke pihak lain. Dan para relawan yang menjaga pos ini juga bekerja dengan ikhlas tanpa dibayar sepeser pun," tuturnya.

Saat ini, lanjutnya, ada sekitar 36 orang yang tergabung sebagai relawan penjaga pos. Ada tiga shift dalam sehari. Mengawasi pergerakan sekitar 400 orang warga Jalan Menteng XII maupun orang luar yang datang ke wilayah itu. Mekanisme pengawasan di pos ini, terangnya, apabila ada warga luar Jalan Menteng XII yang ingin masuk ke wilayah tersebut, maka harus mengikuti prosedur pengecekan suhu tubuh dan mengisi buku tamu di pos penjagaan.

 

Sedangkan untuk warga yang ingin menginap di daerah tersebut, diwajibkan untuk mengisi buku tamu dan meninggalkan KTP di pos penjagaan demi mempermudah pengawasan.

Lurah Menteng Rossalinda Rahmana Sari menyampaikan apresiasinya atas gerakan swadaya dan mandiri warga Kelurahan Menteng dalam rangka mendukung upaya pemerintah memerangi wabah Covid-19.

“Pendirian pos ini sangat menginspirasi sehingga harapnya bagi RT-RTdari kelurahan lain yang ingin mengadopsinya penerapannya pos tersebut bisa menjadi contoh, dan akan kami perbanyak pos serupa terkait menyambut penerapan PSKH,” beber Rossalinda.

Merespons inisiatif warganya, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin turun langsung menemui warga Menteng di pos penjagaan tersebut. Dalam kunjungan itu, wali kota memberikan apresiasi dan menyampaikan rasa terima kasihnya.

Fairid cukup kagum terhadap ketua RT yang peduli dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, dengan mendirikan pos penjagaan untuk perketat pengawasan keluar masuk orang, khususnya warga yang berdomisili di daerah tersebut.

"Ini harapan kami terkait adanya penerapan PSKH (pembatasan skala kelurahan humanis) yang melibatkan RT dan RW. Salah satu contohnya seperti ini, di mana RT berperan aktif melakukan pengawasan secara intens bagi warganya," ucap Fairid saat diwawancarai awak media, Jumat malam (29/5).

Wali kota muda ini mengatakan, tujuannya berkunjung ke pos tersebut yakni untuk bertukar pikiran dan berbagi pendapat (sharing) tentang langkah-langkah ke depan terkait penerapan PSKH dan new normal life yang melibatkan RT dan RW.

“Dalam bentuk apresiasi kami kepada RT yang merupakan mitra kerja pemerintah, kami berencana akan memberikan support pembinaan dalam bentuk dana. Namun, ini masih direncanakan dan disusun. Jadi, belum fix,” pungkasnya.

123

Editor :dar
Reporter : ahm/ala