Ben Brahim S Bahat


KUALA KAPUAS – Dalam rangka mencegah lebih banyak penularan virus corona di Kabupaten Kapuas, Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kapuas telah mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya.

Pengajuan tersebut ditujukan kepada Menteri Kesehatan RI (Kemenkes) dan telah sampai kepada Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran beserta jajaran. Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat menyampaikan secara langsung bahwa usulan PSBB tersebut sudah diterima oleh Pemprov Kalteng dan akan segera ditindaklanjuti.

Pengajuan hal ini disebabkan Kabupaten Kapuas telah menempati posisi nomor dua terbanyak penyumbang kasus postitif Covid-19 di Kalimantan Tengah.

Diketahui Kabupaten Kapuas tercatat sampai dengan data sebaran kasus terakhir yang didapat dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kapuas, yakni terkonfirmasi 70 kasus positif.  Diantaranya 50 orang dalam perawatan, 9 orang dinyatakan sembuh dan 11 orang meniggal dunia.

Ben Brahim dalam sambutannya kemarin, Rabu (27/5)  berharap agar usulan PSBB di Kabupaten Kapuas dapat segera dikeluarkan.  Supaya Kapuas bisa secepatnya melaksanakannya.

“Tentunya kita semua berharap agar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini dapat segera terlaksana.  Supaya tidak ada lagi kasus possitif  Covid-19 yang di bawa dari luar daerah Kabupaten Kapuas,” ucapnya.

Pelaksanaan pembatasan sosial ini, menurutnya akan sangat diperketat untuk wilayah perbatasan antara Kalsel – Kalteng. Yakni di Kecamatan Kapuas Timur dan perbatasan lainnya.  Apabila bukan KTP Kalimantan Tengah akan dipaksa putar balik dan yang berasal dari Kalteng juga tidak boleh keluar Kalteng.

1 2

Editor :dar
Reporter : hmskmf/hen

You Might Also Like