Pelatih Persebaya Aji Santoso dalam latihan tim sebelum jeda karena pandemi korona. (Jawa Pos)


Jeda kompetisi membuat sebagian pemain Persebaya Surabaya membuka usaha sampingan. Sebut saja Oktafianus Fernando, Rendi Irwan, Koko Ari Araya, hingga M. Supriadi. Selain bertujuan mengisi waktu luang, usaha tersebut bisa menambah pemasukan.

Apalagi, mereka hanya menerima gaji sebesar 25 persen sejak Maret lalu. Pelatih Persebaya Aji Santoso memberikan lampu hijau kepada anak asuhnya untuk menggeluti usaha baru. Namun, ada satu syarat yang harus dipenuhi. ”Jika nanti kompetisi kembali bergulir, pemain harus fokus ke tim. Nggak boleh (fokus, Red) ke yang lain,” kata pelatih 50 tahun itu kepada Jawa Pos (Grup Kaltengpos.co).

Tidak berarti usaha langsung ditutup. ”Kan bisa diserahkan ke orang lain biar usahanya tetap jalan,” tambah bapak lima anak tersebut. Aji tak mau pemainnya ngeyel. Semua pemain harus menaati aturan yang diberikan pelatih. Jika masih ngotot, Aji tak segan untuk memberikan teguran. Apalagi, dia menilai pemain bisa hilang fokus ke lapangan kalau tetap menjalankan usaha sampingan.

“Nggak mungkin usaha dan latihan bisa berjalan beriringan. Harus fokus ke salah satu,” jelasnya. Aji bahkan ingin pemain mencontoh apa yang dia lakukan. ”Seperti saya ini. Sebagai pelatih, saya tidak punya usaha apa pun. Saya benar-benar hanya fokus untuk membangun tim. Nggak ada pekerjaan lain,” tegas kapten Persebaya saat juara Liga Indonesia musim 1996–1997 tersebut.

Aji juga berharap pemain memaklumi keputusannya. Sebab, sebagai mantan pemain, Aji tahu betul kalau dibutuhkan fokus ekstra saat kompetisi sudah dimulai. ”Anak-anak juga harus tahu kalau pekerjaan utama mereka itu sebagai pemain Persebaya. Jadi, kalau ada kompetisi, ya harus fokus ke pekerjaan utama,” tandasnya.

Namun, untuk saat ini, Aji masih bisa memberikan kelonggaran. Toh, aktivitas usaha sampingan tidak akan mengganggu fokus pemain di lapangan. Sebab, belum ada kepastian kompetisi sampai saat ini. Karena itu, dia tak masalah kalau pemain fokus ke usaha baru. ”Dalam kondisi seperti ini, yang nggak ada kegiatan sepak bola, saya masih bisa toleransi. Bahkan, saya mendukung,” jelasnya.

Lagi pula, belum ada kepastian apakah Liga 1 2020 bakal tetap dilanjutkan. Atau, bahkan dihentikan total. ”Makanya, sambil menunggu kepastian, saya pikir nggak masalah kalau pemain buka usaha,” ujarnya. Sejatinya, PSSI sempat mempunyai opsi untuk melanjutkan Liga 1 2020 pada September nanti. Namun, kepastian itu belum juga disahkan.

Meski begitu, Oktafianus Fernando sudah punya rencana soal usaha barunya. ”Nanti saya ada niat untuk merekrut pegawai baru,” jelas pemain yang akrab disapa Ofan itu. Dengan begitu, dia bisa fokus ke lapangan. Sebab, selama ini, dia bersama sang istri, Gabriella Hocky Fitria Loexyanta, yang menjalankan bisnis sambal kemasan.

1

Editor :dar
Reporter : gus/jpc