Ilustrasi. (foto: net)


PALANGKA RAYA Akhirnya apa yang dikhawatirkan terjadi. Pasar menjadi klaster baru transmisi lokal di wilayah Palangka Raya.

Pedagang Pasar Besar dan pasar depan Kantor PUPR, Jalan S Parman Palangka Raya dinyatakan positif virus corona.  Total ada enam orang yang saat ini menjalani karantina di ruang isolasi.

Informasi yang dihimpun Kalteng Pos (Grup kaltengpos.co), para pedagang tersebut adalah seorang bapak dan anaknya yang berjualan sembako di Jalan Sumatera, ibu dan anak penjual daging ayam di Jalan Lombok, pria berjualan sembako dan ikan asin di Jalan Sumatera dan istrinya yang berjualan di pasar depan Kantor PUPR Provinsi Kalteng.

"Ada enam orang di daerah Pasar Besar yang dinyatakan positif Covid-19. Kami akan rapat dengan tim deteksi dini terkait rencana persiapan rapid test massal," beber Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani, Kamis (21/5/2020).

Lebih lanjut menurut Emi, pihaknya sudah memperketat pengawasan di daerah tersebut, dengan melakukan sosialisasi tentang menjaga jarak, mencuci tangan, dan penggunaan masker. Tim sosialisasi dan tim kelurahan diturunkan. Sedangkan tim TNI dan Polri bertugas mengawasi pergerakan manusia di pasar tersebut.

Sebelum beraksi, tim sosialisasi diberikan bekal sekitar 2.000 buah masker yang siap dibagikan kepada warga yang beraktivitas di lokasi pasar. Pihaknya juga bekerja sama dengan pengelola pasar.

Untuk sterilisasi area Pasar Besar, tim penyemprotan dari BPBD dan dinas kesehatan akan melakukan penyemprotan pada pukul 15.00 WIB. Sementara, tempat jualan pedagang yang dinyatakan positif, saat ini diblok sementara dan akan dilakukan penyemprotan.

Jika Emi menyebut akan rapat untuk membahas rapid test massal, berbeda dengan apa yang sudah dilakukan TNI. Kodim 1016/Palangka Raya bersama Korem 102/Panju Panjung melakukan langkah cepat setelah adanya orang di sekitar lingkungan markas yang dinyatakan positif Covid-19. Tim medis dari Rumah Sakit (RS) TNI AD tetap mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap melakukan rapid test terhadap 68 orang yang berada di lingkungan Pasar Besar Kota Palangka Raya, kemarin pagi (21/5).

Ada tukang parkir, ojek online, pedagang, penarik becak, dan masyarakat umum yang dicek di halaman depan Makodim 1016/ Palangka Raya. Rapid test ini dilakukan untuk mengetahui apakah warga yang bersangkutan reaktif atau tidak.

(Baca juga: Kodim 1016 Lakukan Rapid Test Massal di Pasar Besar)

"Kami langsung mengambil langkah cepat melakukan rapid test kepada orang di lokasi Pasar Besar tersebut, agar bisa meminimalkan terjadinya penyebaran Covid-19 di Kota Palangka Raya," ucap Dandim Kolonel Inf I Gede Putra Yasa melalui Danramil 1016-01 Pahandut Mayor Inf Heru Widodo kepada Kalteng Pos via sambungan telepon.

Hasil rapid test sendiri belum diumumkan. Namun, informasi data yang didapat Kalteng Pos, ada 14 dari 68 orang yang mengikuti rapid test ada yang igG dan igM reaktif. Dikutip dari laman kesehatan, IgM adalah infeksi yang terjadi sudah lama, sedangkan igM menjelaskan bahwa infeksi yang terjadi baru saja.

12

Editor : nto
Reporter : pra/ahm/ce/ram