ZURICH– Induk organisasi sepak bola dunia atau FIFA memberikan kelonggaran kepada masing-masing anggotanya soal batas waktu terakhir musim 2019-2020 ini. Hal ini disebabkan kasus pandemi Covid-19 di masing-masing negara berbeda.

Seperti diberitakan The Athletic kemarin (6/4) sikap fleksibel oleh FIFA menunjukkan sikap yang berseberangan dengan batas akhir kompetisi yang digariskan UEFA. Presiden UEFA Aleksander Ceferin berkata 3 Agustus menjadi titik akhir kompetisi 2019-2020 buat ke-55 anggotanya.

“Tak hanya soal kebebasan waktu merampungkan kompetisi yang akan diumumkan oleh FIFA. Melainkan juga soal diizinkannya perpanjangan kontrak pemain bagi mereka yang habis ikatan kerja per 30 Juni namun kompetisi masih berjalan,” kata salah satu sumber The Athletic di internal FIFA.

Sumber tersebut melanjutkan tak sampai 48 jam lagi, FIFA juga akan menetapkan soal periodisasi transfer musim 2020-2021. Musim sebelumnya, untuk periode musim panas batas akhir transfer usai 1 September.

Di sisi lain, kelonggaran FIFA ini akan sangat menolong Premier League dalam merampungkan kompetisi. Sebab jika mengacu batas akhir UEFA yakni 3 Agustus, maka klub-klub berkejaran dengan masa persiapan maupun pertandingan sisa. Di Premier League masih ada delapan matchweek tersisa,

“Selain itu, dengan longgarnya waktu oleh FIFA ini membut Dewan Premier League yakin bisa menyelesaikan kompetisi. Sebab tak merampungkan kompetisi berarti mereka harus setor uang sebesar GBP 762 juta (Rp 15,39 triliun) kepada pihak pemegang hak siar televisi,” tulis The Athletic. 

1 2

Editor :dar
Reporter : dra/jpg

You Might Also Like