PENANGANAN: Sekda Mura Hermon memimpin konferensi video dengan Mendagri untuk penanganan penyebaran Virus Covid-19 di Kabupaten Mura, di aula rapat kantor bupati Mura, Jumat (3/4). HUMAS FOR KALTENG POS.


PURUK CAHU–Bupati Kabupaten Murung Raya (Mura) Perdie M Yoseph mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura kini sedang menunggu kedatangan alat rapid test atau tes cepat pendeteksian virus Corona (Covid-19) yang akan dibantu oleh Pemerintah Pusat.

"Ada rencana rapid test, sekarang alatnya belum datang. Jadi kami menunggu bantuan dari pemerintah pusat, kami tidak berani kalau sembarang alatnya," ungkap Perdie M Yoseph, Sabtu (4/4).

Ditambahkan, Pemkab Mura tidak sembarangan untuk menggunakan rapid test, dan harus memiliki kualitas yang baik dan berstandar. Sebab, dengan alat yang baik, maka hasilnya pun dapat dipertanggungjawabkan. "Apabila alat sembarangan, maka hasilnya sulit dipertanggungjawabkan," ucapnya.

Dikatakan Perdie, bahwa para pejabat wajib dilakukan rapid test mengingat pencegahan ini dilakukan untuk semua. "Ya para pejabat juga harus diperiksa, termasuk saya juga periksa nanti," imbuhnya.

Sementara, sehari sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Mura Hermon yang memimpin konferensi video dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk penanganan penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Mura, di aula rapat kantor bupati.

Sekda memaparkan, Pemkab Mura telah mengambil langkah-langkah diantaranya pembentukan gugus tugas penanganan Covid-19, menetapkan status siaga darurat dari 19-31 Maret 2020, melakukan penggeseran anggaran, telah menganggarkan dana untuk mengantisipasi dan penanganan dampak penularan covid-19 melalui dana Biaya Tidak Terduga (BTT).

Selain itu, kata sekda, gugus tugas dengan tim penanganan Covid-19 di RSUD Puruk Cahu membuat penampungan isolasi dengan dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) hand sanitizer dan kelengkapan lain untuk penanganan Covid-19, menyiapkan sarana mobilisasi berupa ambulans khusus untuk pasien Covid-19. “Kami juga menyediakan penampungan isolasi bagi tenaga medis yang melayani pasien ODP, PDP selama 14 hari di Hotel Setia,” terangnya.

Langkah lainnya berupa pembagian media promosi atau informasi seperti leaflet, baliho, spanduk terkait Covid-19 seluruh kecamatan, melakukan promosi dan edukasi ke tempat-tempat umum seperti pasar, rumah makan, tempat hiburan yang ada di Kabupaten Mura.

Upaya pencegahan penularan lainnya, sambung Hermon, pemkab melalui Dinas Kesehatan melakukan penyemperotan disinfektan di semua tempat ibadah, gedung pertemuan, kantor layanan publik, bandara dan perusahaan. Menindaklanjuti anjuran Pemerintah Pusat dan Provinsi termasuk maklumat kapolri yakni mengajak seluruh umat lintas agama untuk senantiasa berdoa di rumah masing-masing. 

1 2

Editor :ndi
Reporter : dad

You Might Also Like