Imbang Triatmaji


PALANGKA RAYA- Kabar kesembuhannya disambut sukacita oleh orang-orang terdekatnya dan tim medis. Kini, Imbang Triatmaji bisa kembali berkumpul keluarga dan bersiap kembali ke meja kerja sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Palangka Raya.

Imbang Triatmaji menggunakan kursi roda datang dari lorong Gedung Instalasi Kesehatan Reproduksi (IKR) RSUD dr Doris Sylvanus (RSDS) Palangka Raya. Perlahan berdiri dan duduk di kursi. Didampingi Direktur RSDS dr Yayu Yayu Indriaty. Imbang sudah siap membagikan pengalaman selama berada di Ruang Isolasi melawan sakitnya. Ia terkonfirmasi sudah negatif Covid-19 alias sembuh. Tidak lagi bersama perawat-perawat menggunakan alat pengaman diri (APD).

Imbang bercerita, ia ada tugas kantor ke Jakarta beberapa waktu lalu. Setibanya di sana, Imbang sudah merasa tidak enak badan ketika mengikuti kegiatan. Beberapa jam kemudian, ia memilih meninggalkan acara itu, lantaran tubuhnya demam tinggi. Memutuskan untuk mencari penerbangan kembali ke Palangka Raya hari itu juga.

Sesampainya di Palangka Raya, ia tidak mampir ke rumah. Tetapi langsung ke puskesmas. Diagnosa awal ia mengalami gejala tifus. Imbang percaya, karena ia pernah mengalami sakit tifus dengan ciri-ciri yang sama. Setelah tiga hari melalui perawatan mandiri di rumah, kondisi tidak membaik. Ia bersama keluarga memutuskan ke RS Bhayangkara dan setelah satu hari dirawat di RS Bhayangkara, ia dirujuk ke RSDS Palangka Raya.

Tepat pada tanggal 19 Maret, pria 58 tahun ini langsung diambil tindakan dan diisolasi karena tanda-tanda yang dialami mirip dengan gejala Covid-19.

Pada 26 Maret, ia dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19. Di momen itu, ia tidak dapat mengendalikan emosinya. Ia mengalami tekanan, karena ia tahu betul istri dan anaknya memiliki kontak erat dengannya. Ia khawatir, keluarganya tertular. Syukurlah, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap keluarga, tidak ada yang terkonfirmasi positif.

 

"Tiga hari pertama saya tak bisa mengontrol emosi, saya mudah marah. selepas itu saya mulai tenang. Saya kembali semangat dan bersabar bahwa ini salah satu bentuk kekuasaan dan kecintaan Allah kepada saya," kata Imbang kepada Kalteng Pos, kemarin (5/4).

Setelah dinyatakan positif, Imbang harus menjalani perawatan sesuai prosedur. Mendapatkan perawatan intens dari pihak tenaga medis. Bahkan ia merasakan hikmah selama berada di Ruang Isolasi. Ia merasa lebih dekat kepada Allah dan ia meyakini bahwa sakit tersebut adalah penghapus dosa-dosanya. Selain itu juga lebih mengakrabkan serta membangun komunikasi yang baik bersama keluarga

"Setelah saya dinyatakan positif terbentuk grup keluarga melalui ponsel dan yang di dalam selalu mengkoordinasi keluarga keluarga besar yang memiliki kontak dengan saya ataupun istri saya dan juga juga dilakukan absensi terkait kesehatan keluarga saya," ungkapnya, Minggu (5/4).

Meski usianya sudah tak lagi muda, ia tidak pernah mengalami down. Ia meyakini bahwa pertolongan hanya kepada Allah sehingga dengan upaya dan melalui perantara tim dokter dan perawat ia akan sembuh dan terbebas dari penyakit itu.

"Setelah mengalami masa-masa emosional saya tidak pernah merasakan down ataupun bosan, saya merasa tim medis sangat luar biasa," ujarnya.

Untuk mengusir rasa bosan di dalam Ruang Isolasi, ia memilih mendengarkan dan membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Memantau grup keluarga, dan kantor. Memonitor pekerjaan dan info-info penting di Pemerintah Kota Palangka Raya, meskipun ia tidak lagi dibebani pekerjaan.

Namanya memamg sering terdengar bahwa menjadi salah satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Tetapi, ia dan dengan kesepakatan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin tidak berkenaan mempublikasikan bahwa ia terjangkit Covid-19.  Pasalnya Iya tidak ingin menimbulkan kepanikan terutama di kalangan pejabat Pemko Palangka Raya.

"Tetapi saat ini saya sudah sembuh dan saya ingin dipublikasikan lantaran saya ingin menyampaikan bahwa RSDS Palangka Raya betul-betul intens dalam menangani kasus ini, kemudian saya juga ingin menyampaikan agar masyarakat mentaati anjuran dari pemerintah untuk selalu menjaga kebersihan dan menjaga imunitas tubuh," beber Imbang.

Sementara itu, terhadap seluruh pasien yang saat ini masih menjalani perawatan ia berpesan agar tetap sabar dan jadikan Allah SWT sebagai penolong dan pelindung utama, percayakan perawatan kepada tim medis dan terus berdoa.

Sementara itu, Direktur RSDS Palangka Raya Yayu Indriaty menyebutkan bahwa Imbang adalah pasien positif ketiga dan pasien sembuh yang kelima. Kemudian, ia mengatakan bahwa selama ini memang ia tidak boleh mempublikasikan identitas pasien karena terkait data pasien itu adalah rahasia.

"Selama pasien tidak berkenan untuk dipublikasi maka sesuai sumpah kami tidak boleh mempublikasiakannya," tegas Yayu.

Sementara itu, berdasarkan data Kalteng Pos, pasien dinyatakan positif pertama kali yakni pada 20 Maret. Terdapat dua pasien positif dengan rekam jejak sepulang umrah dan dari Pemalang. Pasien nomor satu sudah sembuh.

 

Pada 24 Maret, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menyampaikan pada pers bahwa terdapat satu pasien positif masih berusia 12 tahun. Tim gugus biasa menyebutkan pasien nomor tiga, pada Sabtu lalu pasien itu juga sembuh. Pada 25 Maret, terdapat penambahan kasus yakni salah satu warga Kota Palangka Raya yang usai mengikuti kegiatan keagamaan di Bogor. Beberapa waktu lalu pasien nomor empat ini dinyatakan sembuh.

Pada 26 Maret, tim Gugus Tugas Covid-19 kembali meriliskan bahwa terdapat satu pasien terkonfirmasi positif. Rekam jejak pasien tersebut usai perjalanan dari Jakarta. Pada hari ini terjadi perbedaan data antara pusat dan daerah. Saat itu, data pusat kasus positif enam dan di daerah hanya lima.

Pada 28 Maret, salah satu warga Palangka Raya juga yang mengikuti kegiatan keagamaan di Bogor dinyatakan positif. Data pusat dan daerah masih berbeda. Data di daerah enam positif tetapi data di pusat tujuh.

Pada 30 Maret, tidak ada pasien positif tetapi data menjadi tujuh. Alasannya, pasien nomor tiga sempat dinyatakan positif, kemudian dinyatakan negatif dan pemeriksaan berikutnya dinyatakan positif.

Pada 31 Maret, terdapat dua pasien positif yakni WNA dan dokter.

Pada 1 April, Sekda Kota Palangka Raya dinyatkan positif dan Wali Kota Palangka Raya mempublikasikan itu. Termasuk, disebutkan bahwa salah satu kadisnya juga positif. Pada 3 April, terdapat satu pasien positif dengan rekam jejak mengikuti kegiatan keagamaan di Gowa, Sulsel. Pada 5 April, mengalami penambahan cukup drastis. Kasus positif di Palangka Raya menjadi 14 kasus, positif di Kobar ada dua dan di Kotim ada tiga.

Sementara itu, dokter spesialis paru yang juga pendamping Imbang, Itna Warnida menyebutkan, dari awal pasien datang ke RSDS sudah diduga terkonfirmasi Covid-19. Sehingga saat pertama kali datang langsung dilakukan isolasi dan dilakukan pemeriksaan laboratorium.

"Selama lima hari pertama kondisi pasien menurun. Tetapi setelah itu pasien memiliki semangat untuk sembuh," ucapnya.

1 2

Editor :ram/dar
Reporter : abw

You Might Also Like