Kepala Kantor Imigrasi Klas II TPI Sampit Iwan Irawan


PANGKALAN BUN - Maraknya pandemi global Virus Corona (Covid-19) yang terjadi belakangan ini, Kantor Imigrasi kelas II TPI Sampit melakukan berbagai upaya antisipasi. Salah satunya dengan pemberlakuan Permenkumham Nomor 7/2020 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal dan Permenkumham Nomor 8/2020 kedatangan serta pemberian izin tinggal keadaan terpaksa.

Dalam peraturan tersebut, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia di antaranya memutuskan penghentian pemberian bebas visa bagi turis dan tenaga kerja asing (TKA).

Dalam peraturan itu, menurut Kepala Kantor Imigrasi Klas II TPI Sampit Iwan Irawan, seluruh kantor Imgrasi juga diinstruksikan menghentikan sementara pelayanan pemberian paspor dan keberangkatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke luar negeri.

“Seluruh Kantor Imigrasi untuk sementara tidak memberikan pelayanan pemberian paspor kepada Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan Calon Pelaut Awak Kapal Niaga dan Awak Kapal Perikanan pada kapal berbendera asing,” ujarnya, Minggu (29/3/2020).

Selain itu, seluruh tempat pemeriksaan imigrasi diinstruksikan untuk tidak memberangkatkan CPMI dan Calon Pelaut Awak Kapal Niaga dan Awak Kapal Perikanan pada kapal berbendera asing, kecuali bagi yang sudah memiliki visa kerja dan tiket transportasi ke negara tujuan penempatan, dapat diberangkatkan sepanjang negara tujuan penempatan tidak menutup masuknya orang asing untuk bekerja.

"Kami juga melakukan antisipasi dengan menyediakan alat bantu kesehatan, seperti masker, hand gloves, thermo gun serta hand sanitizer 15 liter yang digunakan untuk memeriksa semua orang yang datang," katanya.

Meski demikian imbuh Iwan, pihaknya tetap melayani permohonan paspor dengan kasus prioritas kebutuhan mendesak. Di antaranya seperti orang sakit yang tidak bisa ditunda penanganannya atas rujukan dokter dan orang dengan kepentingan yang tidak dapat ditunda.

“Kemudian kepada orang asing untuk tidak perlu mengajukan permohonan izin tinggal keadaan terpaksa, karena apabila izin tinggal melewati batas waktu (overstay) akan diberikan biaya beban dengan tarif Rp.0,00 (nol rupiah). Ini berlaku bagi orang asing yang masuk ke wilayah Indonesia sejak 5 Februari 2020,” pungkasnya.

1

Editor : jony
Reporter : son