Ilustrasi. (foto: net)


SEORANG wanita positif Corona (COVID-19) di Belgia dilaporkan menularkan pada kucing peliharaannya. Ini merupakan kasus pertama di Eropa, yang tercatat dalam sejarah medis. Sebelumnya, kasus serupa juga pernah dilaporkan dua ekor anjing peliharaan di Hongkong, yang terpapar virus Corona.

Diduga hewan tersebut tertular oleh manusia. Sementara pada kasus ini, wanita yang identitasnya dirahasiakan otoritas setempat, terjadi di kota Liege.

Temuan ini telah dikonfirmasi oleh otoritas setempat. Mereka membenarkan pemilik kucing memang positif terinfeksi COVID-19. “Infeksi virus Corona telah berhasil kami identifikasi terjadi pada seekor kucing. Kasus ini telah ditindaklanjuti dengan upaya isolasi. Apa yang kami temukan ini tidak menunjukan adanya indikasi sebagai hal yang umum terjadi, “ kata Steven van Gucht seperti dikutip The Sun, Sabtu (28/3).

Kendati demikian, van Gucht meyakini, jika pada kasus tersebut, transmisi virus dari manusia ke hewan ini tidak akan terjadi sebaliknya. Sebagaimana yang di temukan di Wuhan, di mana kelelawar dan trenggiling diyakini sebagai pihak yang menularkan virus keluarga Corona.

“Risiko transmisi dari hewan ke manusia sangatlah kecil terjadi,” imbuhnya.

Dalam penjelasannya, Gucht mengungkapkan kucing peliharaan tersebut, menunjukan beberapa gejala umum COVID-19. Yakni diare, muntah-muntah, serta kesulitan bernapas. Para peneliti yang terlibat dalam kasus ini melaporkan temuan virus lewat hasil uji laboratorium pada feses kucing tersebut.

Otoritas kesehatan setempat menekankan, jika tidak ada bukti yang menunjukan penularan virus dari hewan peliharaan ke manusia. Mereka meminta pemilik hewan peliharaan membatasi aktifitas hariannya dengan binatang kesayangan. Mencuci tangan usai menyentuh hewan peliharaan, sangatlah dianjurkan untuk memangkas risiko tertular virus penyebab pneumonia tersebut.

1

Editor : nto
Reporter : ruf/fin/rh/kpc