SHIP TO SHIP: WNI kru kapal World Dream dievakuasi ke KRI dr Soeharso-990 kemarin. Ke-188 WNI menjalani observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Kecil, selama14 hari. (DISPEN TNI-AL)


Bukan hanya 188 anak buah kapal (ABK) World Dream yang menjalani observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu. Kru kapal pesiar Diamond Princess yang segera dijemput juga akan dikarantina di pulau tersebut.

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyatakan, pemerintah dalam waktu dekat akan memulangkan warga Indonesia yang menjadi ABK Diamond Princess.

”Tempat observasi di Sebaru Kecil,” tutur Muhadjir setelah rapat lintas kementerian yang membahas pemulangan WNI di Kemenko PMK kemarin.

Pulau Sebaru Kecil akan diatur sedemikian rupa sehingga bisa menampung seluruh awak kapal tersebut. Di pulau itu ada rumah sakit berkapasitas 160 tempat tidur.

Jika evakuasi ABK World Dream menggunakan KRI dr Soeharso-990, kru kapal Diamond Princess yang saat ini berada di Jepang akan dijemput dengan pesawat. Hingga kemarin Kementerian Luar Negeri terus melobi pemerintah Jepang. Sejauh ini ABK Diamond Princess yang akan kembali ke tanah air telah diperiksa. Hasilnya negatif virus korona. ”Nanti diperiksa kembali di Indonesia,” ujarnya.

Di antara 78 WNI kru kapal Diamond Princess, sembilan orang sebelumnya dinyatakan terinfeksi virus korona (Covid-19). Namun, berdasar pemeriksaan selama beberapa hari, seorang dinyatakan negatif. Dengan demikian, tinggal delapan orang yang menjalani perawatan intensif di Jepang.

Namun, Menlu Retno Marsudi menyatakan, hingga kemarin hanya 68 ABK WNI yang terkonfirmasi bakal dijemput. ”Ada dua yang memilih tinggal,” kata dia. Informasi tersebut diperoleh langsung dari perusahaan pemilik kapal.

Menurut Retno, pilihan itu menjadi hak para ABK WNI. Evakuasi memang bersifat sukarela. ”Sehingga kalau ada WNI kita yang menyatakan atau memutuskan untuk tinggal, kita tidak bisa memaksa beliau-beliau untuk dievakuasi,” jelasnya.

Di bagian lain, kemarin Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau langsung persiapan observasi ABK World Dream di Pulau Sebaru Kecil. Didampingi Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Hadi memastikan bahwa semua proses praobservasi 188 WNI dari kapal pesiar tersebut berjalan lancar. ”Kesiapan sudah 85 persen,” katanya. Pihaknya akan menuntaskan persiapan hingga 100 persen sebelum ABK World Dream yang diangkut dengan KRI dr Soeharso-990 tiba sore ini.

Dari pantauan hingga kemarin siang, personel gabungan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) tinggal memasang beberapa fasilitas penunjang seperti toilet portabel, genset, insinerator, dan alat penjernih air. ”Kemudian, perlengkapan lain seperti oksigen dan sebagainya,” ucap Hadi.

Seluruh kebutuhan selama masa observasi, kata dia, akan dipenuhi. Hadi optimistis tempat observasi di Pulau Sebaru Kecil siap dipakai saat ABK World Dream tiba. ”Hari ini (kemarin, Red) lembur sehingga besok (hari ini, Red) datang sudah langsung bisa masuk,” bebernya.

Fasilitas di lokasi observasi cukup memadai. Mulai kamar istirahat yang dilengkapi pendingin ruangan hingga rumah sakit mini berikut IGD dan ICU serta fasilitas-fasilitas lainnya. Meski dijadwalkan sampai di Kepulauan Seribu sore ini, kedatangan KRI dr Soeharso-990 bisa lebih cepat.(jpc)

 

Editor :
Reporter :

You Might Also Like