Ilustrasi. (foto: net)


JAKARTA – Sektor pariwisata paling pertama terkena dampak wabah virus corona. Jumlah wisatawan turun drastis. Pemerintah pun mengambil langkah strategi untuk kembali mengerek jumlah wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan domestik dengan pemberian diskon 50 persen.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pemberian insentif dari pemerintah berupa diskon tiket pesawat dianggap salah satu solusi untuk mendongkrak industri wisata di Tanah Air.

Sebab sejak virus corona muncul pada akhir Desember 2019 sampai saat ini menyebar secara masif telah menggerus jumlah wisman, terutama yang berasal dari Cina. Pasalnya, wisman asal Cina ke Indonesia mencapai 2 juta pengunjung per bulan.

Adapun, lanjut dia, diskon 50 persen tiket penerbangan dengan tujuan 10 destinasi wisata. Pemberian diskon mulai Maret hingga Mei 2020 mendatang. Namun, tidak menutup kemungkinan insentif tersebut akan tetap berlanjut.

“Pada dasarnya kita memberikan kesempatan tiga bulan dulu. Nanti kita lihat apakah situasinya recover. Kalau belum recover kita pertimbangkan memperpanjang,” ujarnya di Jakarta, kemarin (26/2).

Untuk rute yang didiskon pada 10 destinasi wisata antara lain, Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pinang, dan Tanjung Pandan.

Dia berharap pemberian diskon 50 persen bisa mendorong 25 persen peningkatan penerbangan untuk wisatawan domestik. “Sekitar 25 persen atas kapasitas seat. Kalau slot memang ada penambahan slot kita tambah,” katanya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berharap maskapai penerbangan bisa menjual tiket pesawat dengan diskon 50 persen, setelah mendapat insentif dari pemerintah, serta potongan harga avtur dan layanan PT Angkasa Pura.

Pemberian diskon 50 persen ini diharapkan bisa menaikkan jumlah penumpang sebesar 5 persen dari kunjungan turis pada periode low-season. “Diskon tiket kita perkirakan sampai 50 persen. Sebesar 30 persen dari pemerintah, sisanya dari Pertamina dan yang lain,” kata dia di Jakarta, Rabu (26/2).

Bendahara negara itu mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp298,5 miliar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Sementara untuk wisatawan domestik, pemerintah menyiapkan dana insentif Rp443,39 miliar dalam bentuk diskon 30 persen dari harga tiket untuk 25 persen bangku per pesawat.

Selain pemberian diskon 50 persen, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga telah memerintah PT Pertamina untuk menurunkan harga avtur sebesar 10 persen kepada sembilan maskapai besar di Indonesia. Nilai insentif tersebut sebesar Rp265,5 miliar.

“Kalau perusahaan airlines memberikan diskon, tidak boleh substitute di 30 persen yang kita berikan. Harus on top karena avtur dan Angkasa Pura akan memberikan diskon terhadap berbagai fasilitas jasa, termasuk parkir pesawat dan lain-lain,” tukas dia.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kerugian yang dialami sektor pariwisata akibat mewabahnya virus corona mencapai USD500 juta atau setara Rp7 triliun. “Data dari BI, bidang pariwisata USD500 juta per bulan kerugiannya,” katanya.

Nilai devisa tersebut, bagi Indonesia sangat berarti. Selain itu, adanya kehadiran para turis memberikan dampak positif yang luar biasa terhadap pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).(din/fin/kpc)

Editor :
Reporter :

You Might Also Like