Toilet. Foto Pixabay


Sembelit tentu sangat menganggu aktivitas sehari-hari dan membuat perut terasa begah. Berbagai cara tentu akan Anda lakukan supaya tidak merasakan sembelit.

Mengatasi Sembelit dengan Cara yang Aman

Berikut adalah cara alami mengatasi sembelit yang murah, mudah, dan pastinya aman:

1. Perbanyak Asupan Serat

Serat adalah nutrisi yang dapat membantu mendorong feses keluar dengan cara memicu pergerakan usus. Nantinya, efek ini akan memicu Anda untuk buang air besar. Serat yang dapat dikonsumsi untuk meredakan sembelit bisa didapat dari sayur, buah dan biji-bijian (gandum).

2. Perbanyak Minum Air Putih

Banyaknya air di dalam usus maka akan membuat tekstur feses lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Usahakan minum air mineral sebanyak 8 gelas sehari untuk cegah sembelit.

3. Banyak Bergerak dan Beraktivitas

Perbanyak aktivitas atau bergerak (hindari sedentary lifestyle). Terlalu lama duduk atau rebahan akan membuat usus malas bergerak dan sembelit pun terjadi.

4. Ikuti jadwal BAB, Jangan Ditahan

Usahakan selalu makan di jam yang sama setiap harinya dan biasakan untuk buang air besar di waktu sama pula. Misalnya, setelah sarapan pagi, luangkan waktu 30 menit untuk duduk atau jongkok guna memicu rasa mulas dan BAB dan kelar. Hindari menahan BAB, karena ini bisa mengacaukan pola kontraksi usus dan Anda bisa terkena sembelit.

5. Pijat perut

Lakukan pemijatan di area perut atau pengolesan minyak untuk membantu menstimulasi pergerakan usus. Anda bisa melakukan pijat perut sendiri ini di pagi hari, misalnya sebelum mandi dan BAB.

Gejala sembelit bisa dialami oleh orang yang punya penyakit Hirschsprung, multiple sclerosis, diabetes, penyakit tiroid, atau Irritable bowel syndrome (IBS).

Sehingga, minum kopi tidak bisa menjadi obat yang meredakan sembelit. Untuk itu, Anda harus periksa ke dokter untuk mengatasi penyebab dasar susah buang air besar.

Kesimpulannya, manfaat minum kopi hanya untuk pemicu mulas saja, bukan sebagai cara mengatasi sembelit yang pasti. Sembelit yang tidak kunjung sembuh dalam waktu 2 sampai 4 minggu, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter, karena dikhawatirkan ini bisa menjadi gejala penyakit lain.(OVI/RPA/klikdokter)

Editor :
Reporter :

Loading...

You Might Also Like