Halikinnor


SAMPIT-Meskipun digadang mendapat rekomendasi dari partai penguasa di dewan, serta direstui banyak tokoh masyarakat hingga adat, Halikinnor nampaknya masih belum berani gamblang mundur dan meletakkan status aparatur sipil negara (ASN) serta jabatannya sebagai sekretaris daerah (sekda) Kotim. Ia lebih memilih fokus menjalankan amanah yang dititipkan bupati kepadanya, sembari menunggu keputusan pasti dari partai.

Menurut Halikin, jika dipercaya oleh partai di legislatif Kotim, serta memenuhi ambang batas 20 persen atau 8 kursi dari 40 kursi di dewan, maka ia mendaftar ke KPU dan melepaskan jabatan sekda itu. “Saya akan melepaskan jabatan saya sebagai sekda dan akan mengundurkan diri menjadi ASN. Dan ini memang sudah risiko,” bebernya, Senin (24/2).

Dirinya juga tidak berani berkomentar terkait isu ia digadang sebagai calon terkuat untuk mendapatkan rekomendasi PDIP yang memiliki 7 kursi di DPRD Kotim. “Saya tidak berani. Karena itu politik. Politik itu dinamis sekali, sebab per jam saja bisa berubah,” beber dia.

Pun juga ia takut salah bicara. Katanya, ia akan fokus sebagai sekda. “Sementara saya tetap bekerja menjadi sekda, dan masalah rekom, semua bakal calon menunggu. Sebab semuanya masih bakal calon,” paparnya.

Halikin juga berterima kasih atas dukungan secara pribadi salah satu tokoh adat di Kotim, yakni Untung TR. “Tapi dukungan beliau atas nama pribadi, bukan atas nama lembaga adat Dayak. Jadi, saya rasa sebagai orang Dayak, wajar saja beliau mendukung saya maju pada Pilkada Kotim 2020 ini,” jelasnya. (rif/ami/nto)

Editor :
Reporter :

You Might Also Like