arian korban pelajar SMPN 1 Turi yang hanyut di Kali Sempor, Sleman, Jumat (21/2). (GUNTUR AGA TIRTANA/JAWA POS RADAR JOGJA)


Dua korban terakhir susur sungai SMPN 1 Turi akhirnya ditemukan kemarin (23/2). Jenazah dua remaja itu mengapung di area Dam Mantras. Dua korban tersebut adalah Yasinta Bunga, 13, ditemukan pukul 06.30; dan Zahra Imelda, 12, dievakuasi pukul 07.05.

Kepala Basarnas DIJ Wahyu Effendy menjelaskan, pencarian terakhir korban dilakukan dengan pembagian daerah seperti hari sebelumnya. Disusur mulai seksi pertama dari titik kejadian. Pencarian dimulai sekitar pukul 05.00.

”Kedua korban dalam posisi mengambang,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jogja.

Berkaca dari insiden tersebut, Humas Basarnas DIJ Pipit Eriyanto meminta kegiatan kepramukaan memperhatikan aspek alam dan cuaca. Selain itu, sebelum memulai kegiatan, pihak terkait harus memberikan informasi kepada perangkat desa, polsek, maupun koramil setempat. ”Setidaknya jangan lupa matur (minta izin, Red) ke jajaran terkait,” tuturnya.

Setelah seluruh korban ditemukan, Bupati Sleman Sri Purmomo resmi menutup posko SAR gabungan di Dusun Dukuh, Donokerto. ”Kami sedih karena anak-anak kami ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Sri Purnomo. Dengan demikian, jumlah siswa yang selamat 239 orang, sedangkan siswa yang meninggal dunia 10 orang.

Kabar penemuan jenazah Zahra Imelda membuat ayahnya, Prasetyo Budi, merasa lega. Meski putrinya meninggal, Budi mencoba tabah dan ikhlas. Budi mengaku mendapatkan kabar musibah yang menimpa Zahra pada Jumat sore lalu.

Saat itu Budi masih berada di Jawa Timur. Dia pun bergegas pulang ke Jogjakarta. ”Tiba di Jogja pada Sabtu dini hari,” ungkap Budi saat ditemui di rumahnya di wilayah Kenteng, Wonokerto.

Zahra dimakamkan kemarin pukul 13.00 di samping makam anak pertama Budi. Sebelum jenazah Zahra ditemukan, Budi ikut melakukan penyisiran di wilayah Sungai Sempor.

Sementara itu, Menteri Sosial Juliari P. Batubara melayat ke beberapa rumah keluarga korban meninggal dunia. Salah satunya Nur Azizah, siswi kelas VIII-A, di Kembangarum, Desa Donokerto. Di desa yang sama, Juliari mendatangi kediaman Lathifa Zulfaa, siswi kelas VIII-B.

Juliari menyerahkan santunan Rp 15 juta kepada setiap keluarga korban. Untuk korban luka, biaya selama perawatan ditanggung pemerintah daerah.

Menteri sosial berharap kecelakaan tersebut bisa diungkap. ”Karena ada nyawa yang hilang, tentu harus ada investigasi. Kenapa hal ini terjadi, apakah ada unsur kelalaian, dan sebagainya,” kata Juliari.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim turut prihatin atas insiden yang menimpa siswa SMPN 1 Turi. Pihaknya telah meminta tim Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen) serta Inspektorat Jenderal Kemendikbud melakukan investigasi di lapangan. Kemarin Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Na’im sudah berada di lokasi.

Nadiem mengatakan, kejadian pada Jumat (21/2) itu menjadi pelajaran bagi sekolah dalam menggelar kegiatan di luar sekolah. Harus berhati-hati, waspada, dan memastikan semua kegiatan di bawah pembinaan serta sepengetahuan sekolah.

”Agar mengutamakan keamanan dan keselamatan siswa. Itu yang terpenting. Jadi harus dipertimbangkan secara matang,” tegas mantan CEO Gojek tersebut.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kemendikbud Provinsi DIJ Minhajul Ngabidin melaporkan, timnya sudah membuka posko untuk penanganan, pengumpulan data, dan investigasi di SMPN 1 Turi.(jpc)

 

Editor :
Reporter :

Loading...

You Might Also Like