Peserta didik SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya yang merupakan Duta Adiwiyata berfoto di taman sekolah, baru-baru ini.(SMA MUHAMMADIYAH 1 UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA – Lingkungan yang bersih, sehat, indah dan nyaman adalah impian semua orang yang hidup berinteraksi dengan lingkungannya. SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya juga mengambil  bagian dalam pemeliharaan lingkungan. Hal itu terlihat dari predikat Sekolah Adiwiyata Kota Palangka Raya tahun 2017 dan Sekolah Adiwiyata Provinsi tahun 2018.

Tahun ini, sekolah yang beralamat di Jalan RTA Milono tersebut terus berupaya mewujudkan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2020. Demikian dikatakan oleh Kepala SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya A Wahyu Cahyono, yang selalu menggiatkan warga sekolah untuk selalu peduli dengan lingkungan.

Sekecil apapun setiap hari. Dengan aktivitas menyiram tanaman, mencabut rumput liar, membuang gulma, membersihkan kelas, kamar kecil dan selokan di sekitar sekolah.

“Dukungan dari semua warga belajar dan warga sekolah tentu yang utama. Dengan bimbingan beberapa stakeholder instansi pemerintah terkait maupun dari berbagai pihak yang dapat bersinergi dalam kerja sama,” ujarnya.

Selain itu, di dalam kegiatan akademik diupayakan membawa misi kelestarian alam. Program pembelajaran guru juga selalu mengkaitkan   kompetensi dasar dan tema yang dipelajari  berbasis  kelestarian lingungan sebagai gerakan 5 R (Reduce, Reuse, Recyle, Replace, dan Replant).

Kegiatan kegiatan nonakademik sekolah baik bersifat terprogram maupun insidental juga dengan missi kelestarian alam. “Misalnya, dengan gerakan menanam, pemberian bibit tanaman, program pengomposan dan bentuk kegiatan lain seperti dalam even lomba hari besar dengan tema Adiwiyata,” ujarnya.

Pihak sekolah sadar, bila Adiwiyata sekolah baru dikatakan berhasil jika warga sekolah secara bersama sadar diri, dengan penuh keikhlasan untuk selalu berpartisipasi menjaga kebersihan. Terlebih kesehatan dan alam sekitar dengan menuangkan ide gagasan partisipatif.

Untuk itu, pihaknya juga telah membentuk kader lingkungan yang tanggap pada problem lingkungan. Akhirnya di tiap tempat kader-kader lingkungan sanggup menjadi pelopor penyelamat lingkungan untuk kemanusiaan.

“Setiap manusia adalah khalifah yang memiliki tanggung jawab akan kelestarian lingkungan untuk menjamin kehidupan yang akan datang tetap terjaga, alam yang lestari, cukup oksigen, meminimalisir gas buang, sehingga dengan segala kemampuan berfikir dan berbuat manusia hari ini adalah tumpuan harapan penentu kualitas kehidupan manusia yang akan datang,” tutupnya. (hms/ila/iha/CTK)

1 2

Editor :
Reporter :

You Might Also Like